43 Orang Tewas Seiring Dibukanya Kedubes AS di Yerusalem

Willy Haryono    •    Senin, 14 May 2018 22:49 WIB
amerika serikatpalestina israel
43 Orang Tewas Seiring Dibukanya Kedubes AS di Yerusalem
Putri Presiden Donald Trump, Ivanka, dalam peresmian Kedubes baru AS di Yerusalem, 14 Mei 2018. (Foto: AFP/MENAHEM KAHANA)

Yerusalem: Sedikitnya 43 warga Palestina tewas dan 2.200 lainnya terluka dalam bentrokan di perbatasan Israel-Gaza, Senin 14 Mei 2018, seiring peresmian pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem.

Warga Palestina memandang pembukaan Kedubes AS di Yerusalem sebagai dukungan penuh Washington terhadap Israel yang mengklaim keseluruhan Yerusalem sebagai ibu kota mereka. Padahal, Palestina menganggap Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka di masa mendatang.

Dalam sebuah pesan video, seperti dikutip dari BBC, Presiden AS Donald Trump memuji pembukaan kedubes baru di Yerusalem. Trump tidak menghadiri acara pembukaan, namun mengirim anaknya, Ivanka, beserta sang menantu, Jared Kushner.

"Israel adalah negara berdaulat yang memiliki hak menentukan ibu kotanya sendiri, namun selama bertahun-tahun kita tidak mengakui hal yang sudah jelas," ujar Trump di video kepada seluruh orang yang hadir dalam upacara pembukaan.

"AS tetap berkomitmen untuk memfasilitasi perjanjian damai abadi," lanjut dia, merujuk pada janji Washington untuk tetap menjadi mediator konflik Israel dengan Palestina.

Di saat yang bersamaan dengan pembukaan kedubes, sejumlah warga Palestina melemparkan batu dan benda lainnya ke arah militer Israel di perbatasan Gaza. Prajurit Israel menggunakan kekuatan senjata api, dengan juga menyiagakan penembak jitu di tengah kepulan asap hitam dari ban yang dibakar demonstran.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan dari 41 korban tewas hari ini, beberapa di antaranya adalah anak-anak.

Bentrokan ini merupakan kelanjutan dari unjuk rasa Palestina di sepanjang perbatasan Gaza sejak enam pekan terakhir. Unjuk rasa ini dinamakan "Great March of Return."

Militer Israel mengatakan dalam bentrokan kali ini, pengunjuk rasa berusaha menembus perbatasan dan menyerang beberapa area Israel. Dalam unjuk rasa kali ini, Israel menyebut sekitar 40 ribu warga Palestina ikut ambil bagian di 13 lokasi di sepanjang perbatasan.

Terdapat pula ketegangan antara polisi Israel dengan pengunjuk rasa yang mengibarkan bendera Palestina di luar area kedubes baru AS. Beberapa pedemo ini kemudian ditahan aparat.



(WIL)