Guinea-Bissau Ingin Belajar Sektor Perikanan dari RI

Sonya Michaella    •    Selasa, 10 Apr 2018 10:53 WIB
pemilu afrika
Guinea-Bissau Ingin Belajar Sektor Perikanan dari RI
Dubes Mansyur Pangeran (kiri) bersama Presiden Guinea-Bissau Jose Mario Vaz. (Foto: KBRI Dakar)

Bissau: Guinea-Bissau, sebuah negara di Afrika Barat ternyata ingin belajar dari Indonesia dalam mengelola hasil laut dan perikanannya. Negara ini, yang secara ekonomi sangat bergantung pada panen kacang mete, ternyata memiliki potensi ikan yang melimpah.

Hal ini diungkapkan Presiden Guinea-Bissau Jose Mario Vaz kepada Duta Besar RI untuk Guinea-Bissau Mansyur Pangeran secara langsung menjembatani kerja sama dua negara.

"Presiden Vaz menilai Indonesia sudah memiliki teknologi perikanan dan kemaritiman yang sangat tinggi sehingga sangat mengharapkan ada kerja sama dan transfer teknologi dari para ahli di Indonesia ke masyarakat Guinea-Bissau," kata Dubes Mansyur dalam keterangan tertulisnya kepada Medcom.id, Selasa 10 April 2018.

Presiden Vaz juga menyatakan keinginannya untuk berkunjung ke Indonesia pada tahun ini dan menyebut bahwa sektor perikanan adalah prioritas kerja sama dua negara.

"Ia juga menjelaskan bahwa kondisi keamanan di Guinea-Bissau saat ini sangat kondusif dan tidak pernah ada lagi tindakan kekerasan, pembunuhan ataupun pelanggaran HAM,"  imbuh Dubes Mansyur.

Diakui oleh Presiden Vaz bahwa saat ini masih terjadi sedikit ketidaknyamanan situasi politik antar partai, namun diyakini dalam waktu dekat ini akan berakhir dan situasi politik akan menjadi stabil.

Pada 2017, hubungan Indonesia dan Guinea-Bissau telah memasuki babak baru dengan disepakatinya kerja sama pertahanan melalui penandatanganan Naskah Letter of Intent (LoI) antara Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal Ryamizard Ryacudu, dan Menteri Pertahanan Guinea-Bissau, Eduardo Costa Sanha, pada kunjungan Ryacudu ke Bissau.

LoI ini diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan kerja sama konkret melalui pembuatan payung hukum yang lebih kuat seperti MoU.


(WIL)