Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa, Iran Fokus Bantu Warga Selamat

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 14 Nov 2017 15:35 WIB
gempa bumi
Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa, Iran Fokus Bantu Warga Selamat
Kehancuran di Sarpol-e Zahab akibat diguncang gempa 7,3 SR (Foto: AFP).

Ankara: Operasi pencarian dan penyelamatan korban gempa di Iran telah berakhir. Kini pemerintah akan lebih memperhatikan kesehatan para korban selamat.

Presiden Iran, Hassan Rouhani tiba di provinsi Kermanshah, wilayah yang paling parah terkena gempa, yang berada di perbatasan dengan Irak. Dalam kunjungannya, dia berjanji pemerintah akan membantu pembangunan kembali wilayah itu secepatnya.

(Baca: Korban Tewas Akibat Gempa Iran Meningkat Jadi 450 Orang).

"Pemerintah akan menggunakan semua kekuatannya untuk menyelesaikan masalah (pembangunan) dalam waktu sesingkat-singkatnya," janji Rouhani, seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa, 14 November 2017.

Televisi pemerintah melaporkan ribuan orang tinggal di kamp sementara, sedangkan yang lainnya juga banyak menghabiskan malam di tempat terbuka karena takut gempa susulan. Sementara itu, seorang korban menuturkan, saat ini keluarganya kena angin malam karena kurangnya tenda pengungsian.

"Kami butuh bantuan, butuh segalanya. Pihak berwenang harus mempercepat bantuan mereka," seru wanita muda di Kota Sarpol-e Zahab.

Ribuan orang Iran, yang kehilangan tempat tinggal, meringkuk melawan dingin, Senin malam 13 November. Sehari sebelumnya sekitar 450 orang tewas akibat gempa paling mematikan di Iran dalam lebih dari satu dekade.

Lebih dari 450 orang terbunuh dan 7.000 terluka saat gempa berskala 7,3 skala Richter mengguncang negara itu, pada Minggu 12 November. Pejabat lokal memperkirakan jumlah korban tewas meningkat saat tim pencarian dan penyelamatan mencapai daerah terpencil di Iran.

(Baca: Turki Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Iran-Irak).

Sedikitnya 14 provinsi di Iran terkena dampaknya, media Iran melaporkan. Media Iran juga melaporkan bahwa seorang wanita dan bayinya ditarik keluar hidup-hidup dari puing-puing, pada Senin, di Sarpol-e Zahab, daerah yang terkena dampak terburuk dengan populasi 85.000 orang.




(FJR)