Palestina Tolak Kunjungan Wapres AS ke Timur Tengah

Sonya Michaella    •    Minggu, 21 Jan 2018 03:12 WIB
amerika serikatisrael palestinapalestine
Palestina Tolak Kunjungan Wapres AS ke Timur Tengah
Wapres AS Mike Pence di Gedung Putih, Washington, 19 Januari 2018. (Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

Ramallah: Para pejabat Palestina dari kelompok Hamas maupun Fatah menolak keras kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence ke Timur Tengah. Mike rencananya ke Mesir untuk mengawali kunjungannya ini.

Setelah dari Mesir, Pence akan melanjutkan perjalanan ke Yordania dan bertemu dengan Raja Abdullah II. Kemudian, Pence akan terbang ke Israel.

Kunjungan kerja Pence ini seharusnya dilakukan Desember 2017. Tapi ditunda karena pengumuman dari Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. 

"Kunjungan Pence ke kawasan ini tidak bisa diterima karena dia adalah pendukung Israel," kata juru bicara Fatah, Osama Qawasmi, di Tepi Barat, Minggu, 21 Januari 2018.

Baca: Presiden Palestina Tolak Bertemu Wapres AS

Dikutip dari Antara, Qawami menyerukan perlawanan massal di Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem Timur. Hal itu tak terlepas dari pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. 

Qawami mendesak negara-negara Arab agar tidak menerima kedatangan Pence sebagai balasan atas pengakuan AS itu. Juga, keputusan AS untuk menghentikan bantuan keuangan kepada Badan Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-bangsa bagi Pengungsi Palestina (UNRWA).

Juru bicara Hamas mengatakan, tidak ada pembenaran untuk menerima pejabat AS di Timur Tengah.

Ketegangan antara AS dan Palestina bertambah. Belum selesai polemik pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Palestina kembali murka atas ulah AS.

Pekan lalu, AS mengumumkan akan menarik USD65 juta dari USD125 juta rencana bantuan kepada UNRWA, yang selama puluhan tahun telah dibayarkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan medis dan pendidikan bagi para pengungsi Palestina.



(AZF)