Tewasnya Mantan Presiden Yaman Picu Pertempuran Baru

Fajar Nugraha    •    Selasa, 05 Dec 2017 07:02 WIB
konflik yaman
Tewasnya Mantan Presiden Yaman Picu Pertempuran Baru
Kerusuhan pecah menyusul tewasnya mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh (Foto: Anadolu).

Sanna: Pertempuran baru terus berlangsung di Ibu Kota Yaman, Sanaa, menyusul tewasnya mantan Presiden Ali Abdullah Saleh oleh pemberontak Turki. 
 
 
Lebih dari 50 orang dilaporkan tewas dalam pertempuran terbaru ini. Pertempuran berlangsung antara pasukan pemberontak Houthi dengan militer yang loyal terhadap Saleh.
 
"Pertempuran pada Minggu itu, juga menewaskan setidaknya satu warga sipil," ujar seorang sumber dari pemerintahan, kepada Anadolu, Selasa 5 Desember 2017.
 
Hingga Senin 4 Desember, pertempuran masih terus berlangsung di Ibu Kota Sanaa. Pihak Houthi masih terus menguasai wilayah Sanaa tersebut.
 
Pada Senin, pemberontak Houthi melakukan eksekusi terhadap mantan Presiden Saleh. Saleh sebelum dikenal sebagai sekutu dari Houthi yang merebut kekuasaan dari Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi.
 
 
Pasukan Saleh terus terdesak oleh kelompok milisi tersebut pada hari keenam perang dalam kota yang menewaskan sedikitnya 125 orang dan melukai 238 lainnya, demikian data dari Komite Internasional Palang Merah.
 
PBB sendiri mendesak agar perang dihentikan sementara demi tujuan kemanusiaan pada jam 10.00 sampai 16.00 waktu setempat, agar para warga sipil bisa mencari perlindungan.
 
Yaman terus dilanda kekerasan sejak 2014, ketika Houthi merebut kekuasaan. Konflik pun makin bertambah parah saat Arab Saudi dan sekutunya melancarkan serangan udara untuk melawan Houthi.



(FJR)