Kali Kedua dalam Empat Dekade, Salju Turun di Sahara

Arpan Rahman    •    Selasa, 09 Jan 2018 19:14 WIB
peristiwa unik
Kali Kedua dalam Empat Dekade, Salju Turun di Sahara
Salju turun di Gurun Sahara. (Foto: GEOFF ROBINSON PHOTOGRAPHY)

Ain Sefra: Gurun Sahara, titik terpanas di dunia, diguryu salju untuk kali kedua dalam empat dekade terakhir.

Para fotografer sudah mengambil banyak foto luar biasa dari salju setebal 18 inci (setara setengah meter) yang menyelimuti hamparan pasir di kota kecil gurun Afrika Utara, Ain Sefra, usai badai musim dingin yang tidak biasa.

Kota tersebut belum pernah dilanda salju selama 37 tahun. Penduduk setempat terpana saat melihat salju mulai jatuh di atas bukit pasir merah tersebut.

Salju mulai jatuh di Sahara pada Minggu 7 Januari 2018 dini hari waktu setempat. Salju dengan cepat mulai menumpuk di atas pasir.

\
Salju di Sahara. (Foto: GEOFF ROBINSON PHOTOGRAPHY)

Fotografer Karim Bouchetata mengatakan, "kami benar-benar terkejut saat kami bangun dan melihat salju. Salju mengguyur sepanjang hari Minggu dan mulai mencair sekitar jam 5 sore," seperti dinukil Mirror, Selasa 9 Januari 2018.

Tahun lalu, kota yang dikenal sebagai "Gerbang Gurun," diguyur salju tebal tak lama setelah Natal. Sejumlah penumpang telantar di bus usai jalanan menjadi licin dan sedingin es.

Anak-anak membuat manusia salju, bahkan berlayar di atas bukit pasir.

Sebelum itu, salju terakhir terlihat di Ain Sefra pada 18 Februari 1979, namun badai salju ketika itu hanya berlangsung setengah jam.

Seorang juru bicara Kantor Meteorologi Inggris atau Met Office mencoba menjelaskan fenomena salju di Sahara. "Udara dingin terbawa ke selatan sampai ke Afrika Utara akhir pekan lalu sebagai akibat tekanan tinggi di Eropa."

"Tekanan tinggi berarti cuaca dingin cenderung meluas ke arah selatan," sambungnya.


Salju di Sahara. (Foto: GEOFF ROBINSON PHOTOGRAPHY)

Ain Sefra, sekitar 1000 meter di atas permukaan laut, dikelilingi Pegunungan Atlas.

Gurun Sahara mencakup sebagian besar Afrika Utara dan telah melewati pergeseran suhu dan kelembaban sejak beberapa ratus ribu tahun terakhir.

Meski Sahara sangat kering, gurun ini diperkirakan akan menjadi hijau kembali sekitar 15.000 tahun mendatang.


Salju di Ain Sefra. (Foto: GEOFF ROBINSON PHOTOGRAPHY)


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

1 day Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA