Iran Ancam Perpanjang Jangkauan Misil Hingga ke Eropa

Willy Haryono    •    Minggu, 26 Nov 2017 12:05 WIB
nuklir iranas-iran
Iran Ancam Perpanjang Jangkauan Misil Hingga ke Eropa
Misil balistik Ghadr milik Iran diluncurkan pada 28 Juni 2011. (Foto: AFP)

Teheran: Wakil Kepala Garda Revolusioner Iran berencana memperpanjang jangkauan misilnya jika Eropa mengancam Teheran. Jangkauan dapat diperpanjang hingga lebih dari 2.000 kilometer. 

Prancis menyerukan adanya dialog "tanpa kompromi" dan juga negosiasi dengan Iran mengenai program misil balistik, yang dibuat terpisah dengan perjanjian nuklir 2015. 

Iran berulang kali mengatakan program misilnya bersifat defensif dan tidak dapat dinegosiasikan. 

"Jika jangkauan misil kami hanya 2.000 kilometer, itu bukan karena kami kekurangan teknologi. Kami hanya mengikuti doktrin strategis," kata Brigadir Jenderal Hossein Salami, seperti dilaporkan kantor berita Fars, Sabtu 25 November 2017. 

"Sejauh ini kami merasa Eropa bukan ancaman, jadi kami tidak menambah jangkauan misil. Tapi jika Eropa berubah menjadi ancaman, kami akan menambah jangkauannya," lanjut dia. 

Amerika Serikat bulan ini menuduh Iran memasok pemberontak Houthi di Yaman dengan sebuah misil yang ditembakkan ke Arab Saudi pada Juli lalu. AS meminta PBB menyatakan Iran telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Teheran membantah telah memasok misil atau senjata lainnya ke Houthi. 

Bulan lalu, Kepala Garda Revolusioner Mayor Jenderal Mohammed Ali Jarafi mengatakan jarak tempuh misil Teheran hingga 2.000 km dapat menjangkau "sebagian titik kepentingan Amerika dan pasukannya." Oleh karena itu, Iran merasa tidak perlu menambah jangkauannya.

Jenderal Jafari menambahkan jangkauan misil balistik didasarkan pada batasan-batasan yang ditetapkan pemimpin agung Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Iran menjalankan salah satu program misil terbesar di Timur Tengah, dan beberapa rudalnya dapat menjangkau Israel.

AS menyatakan program misil Iran adalah pelanggaran terhadap hukum internasional karena dapat dipasangi hulu ledak nuklir di masa mendatang.

 


(WIL)