AS Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Arab Saudi Sebut Keputusan AS Tak Bertanggungjawab

Sonya Michaella    •    Kamis, 07 Dec 2017 14:08 WIB
bdfpalestina israel
Arab Saudi Sebut Keputusan AS Tak Bertanggungjawab
Selain mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, AS juga akan memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv (Foto: AFP).

Riyadh: Arab Saudi mengutuk keras keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
 
"Pengumuman Presiden Trump tidak dapat dibenarkan dan sangat tidak bertanggung jawab," sebut pernyataan resmi dari Kerajaan Arab Saudi, dikutip dari BBC, Kamis 7 November 2017.
 
 
Saudi Press Agency menyatakan bahwa Kerajaan Arab Saudi memandang langkah AS sebagai pelanggaran besar terhadap prinsip untuk tidak mempengaruhi negosiasi akhir, dan merupakan pelanggaran atas resolusi internasional yang menegaskan hak-hak histori rakyat Palestina di Yerusalem, dimana tidak dapat dikompromikan sama sekali. 
 
"Langkah tersebut juga membuat perubahan yang fundamental dan konsensi yang tidak dapat dibenarkan terhadap posisi netral Amerika Serikat, sementara semua orang berharap bahwa Amerika Serikat dapat berkontribusi dalam merealisasikan perdamaian," sebut pernyataan yang didasarkan oleh pihak pemerintahan Arab Saudi.
 
Adapun langkah AS ini menurut Arab Saudi, akan memiliki dampak yang sangat serius, yang selanjutnya mempersulit konflik Palestina-Israel dan mengganggu usaha-usaha yang sedang berlangsung untuk menghidupkan kembali proses perdamaian. Ini juga akan memancing perasaan semua Muslim di seluruh dunia, di bawah sentralitas Yerusalem dan pentingnya wilayah tersebut bagi umat Islam.
 
"Pentingnya mempertimbangkan segala konsekuensi negatif dari langkah ini, dan Kerajaan Arab Saudi mengharapkan hal di atas untuk tidak dilakukan agar tidak mempengaruhi upaya Amerika Serikat dalam mencapai solusi yang adil terhadap masalah Palestina, sesuai dengam referensi internasional yang relevan dan prakarsa perdamaian Arab," imbuhnya.
 
Arab Saudi pun menegaskan posisinya terhadap Yerusalem yang bersama rakyat Palestina dalam mencapai hak-hak mereka serta membangun negara Palestina dengan menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
 
Indonesia, yang selama ini ikut memperjuangkan kemerdekaan Palestina juga mengutuk keras atas keputusan Amerika tersebut.
 
Indonesia bahkan menyebut Amerika harus tahu apa artinya demokrasi. Kata-kata ini dilontarkan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di sela pembukaan Bali Democracy Forum ke-10, hari ini.
 
 
Sementara itu, delapan negara dari anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) telah meminta badan tersebut untuk mengadakan pertemuan khusus mengenai keputusan AS tersebut.
 
Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu 6 Desember 2017, pukul 13.00 waktu setempat. Trump pun mengumumkan rencananya untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem dan prosesnya segera dimulai. 
 
Terkait keputusan Trump ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pun mengapresiasi penuh dan mengajak negara-negara lain untuk mengikuti jejak AS. Netanyahu bahkan mengatakan bahwa Israel sangat berterima kasih kepada Trump atas pengakuannya tersebut.

 

 
(FJR)