RI Minta Arab Saudi Tinjau Ulang Kebijakan Biaya Visa Umrah Kedua

Fajar Nugraha    •    Kamis, 17 Nov 2016 21:08 WIB
indonesia-arab saudi
RI Minta Arab Saudi Tinjau Ulang Kebijakan Biaya Visa Umrah Kedua
Menlu Retno Marsudi melakuan pertemuan bilateral dengan Menlu Arab Saudi Dr. Nizar bin Obaid Madani (Foto: Dok. Kemenlu RI).

Metrotvnews.com, Mekkah: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah melakuan pertemuan bilateral dengan Menteri Negara urusan Luar Negeri Arab Saudi Dr. Nizar bin Obaid Madani.
 
Pertemuan dilakukan disela-sela Konferensi Darurat Tingkat Menteri Organisasi Kerja sama Islam (OKI) di Mekkah, Arab Saudi 17 November 2016.
 
"Menlu Retno dan Menlu Madani menekankan adanya hubungan erat yang baik antara kedua negara," pernyataan Kemenlu RI, dalam keterangan yang diterima Metrotvnews.com, Kamis (17/11/2016).
 
"Dalam pertemuan, Menlu Retno meminta Pemerintah Arab Saudi untuk meninjau kembali kebijakan mengenai biaya visa untuk umrah kedua dan berikutnya," imbuh pernyataan tersebut.
 
Selama di Mekkah, Menlu Retno ikut serta membahas dua isu penting bersama negara-negara anggota OKI perlu perkuat komitmen untuk tingkatkan kerja sama dan solidaritas dalam menjaga perdamaian, keamanan dan stabilitas, dan kesejehateraan di dunia Islam.
 
Pertemuan ini membahas serangan rudal balistik ke Arab Saudi dan penggantian Sekjen OKI. Uzbekistan memimpin pertemuan sebagai ketua Council of Foreign Ministers OIC. 
 
 
Pertemuan mengesahkan Resolusi mengenai peluncuran rudal balistik oleh kelompok Houthi. Resolusi tersebut juga telah memuat usulan baru yang digagas Indonesia mengenai perlunya seluruh Negara OKI meningkatkan kesatuan dan solidaritasnya serta memajukan kerja sama yang saling menguntungkan bagi seluruh Negara anggota, sejalan dengan nilai Islam sebagai Rahmatan lil Alamin. Usulan ini merupakan satu satunya usulan baru yang diterima di dalam resolusi tersebut.
 
Pertemuan ini juga telah menetapkan Yousef bin Ahmad Al-Othaimeen sebagai Sekretaris Jenderal OKI yang baru menggantikan Sekjen OKI yang sebelumnya, Iyad Ameen Madani.



(FJR)