Kantung Kekuatan Al Qaeda di Libya Dihantam Serangan AS

Fajar Nugraha    •    Kamis, 14 Feb 2019 12:58 WIB
konflik libyaal qaedalibya
Kantung Kekuatan Al Qaeda di Libya Dihantam Serangan AS
Pasukan GNA Libya terus melawan sisa kekuatan Al Qaeda yang berada di negaranya. (Foto: AFP).

Tripoli: Pasukan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara terhadap kelompok militan Al Qaeda di Libya selatan pada Rabu 13 Februari malam. Serangan ini dibenarkan oleh Pemerintah Nasional Libya (GNA) yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Serangan menerjang di dekat kota Ubari, sekitar 900 kilometer selatan ibu kota Tripoli. Adapun serangan ini dikoordinasikan dengan GNA,” kata Juru Bicara Presiden Fayez al-Sarraj, Mohammad al-Sallah, seperti dikutip AFP, Kamis, 14 Februari 2019.

“Operasi tersebut menargetkan sejumlah anggota organisasi teroris Al Qaeda,” tutur Sallak mengatakan dalam sebuah pernyataan, tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Tidak diketahui jumlah korban yang tewas dan terluka dalam serangan ini. Baik dari sisi anggota Al Qaeda atau pasukan Libya.

Libya telah dilanda kekerasan dan terpecah antara penguasa daerah yang saling bersaing. Kondisi ini terjadi sejak penggulingan yang didukung NATO dan pembunuhan Moamer Kadhafi pada 2011.

GNA dibentuk setelah kesepakatan yang didukung PBB pada Desember 2015, tetapi hingga saat ini tidak semua wilayah di Libya mengakui GNA. GNA dianggap memaksakan kekuatannya di seluruh negeri.

Militer AS secara teratur melakukan serangan udara di Libya terhadap Al Qaeda dan kelompok Islamic State (ISIS). Kedua kelompok itu mengalihkan fokus mereka di Libya setelah mengalami kekalahan besar di Suriah dan Irak.

Tahun lalu pada Agustus dikatakan bahwa mereka telah membunuh seorang anggota IS yang digambarkan oleh sumber sebagai mantan pemimpin lokal militan.

Pada Juni, AS mengatakan telah membunuh empat anggota afiliasi ISIS di dekat kota utara Bani Walid Sementara pada Maret Pentagon membenarkan seorang agen senior Al Qaeda dan seorang anggota militan lainnya tewas dalam serangan udara AS.


(FJR)