4 Prioritas Utama Indonesia jika Terpilih di DK PBB

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 29 May 2018 10:21 WIB
dk pbb
4 Prioritas Utama Indonesia jika Terpilih di DK PBB
Kampanye Indonesia untuk DK PBB. (Foto: Dok. Kemenlu).

Jakarta: Ada empat prioritas utama yang akan dijalankan Indonesia jika terpilih menjadi anggota tidak tetal Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pemilihan DK PBB akan dilakukan pada 8 Juni mendatang di Markas Besar PBB, New York.

"Prioritasnya sudah disampaikan dari beberapa waktu lalu, namun yang pasti kita mengusung tema perdamaian, sesuai tagline kita, A True Partner for Peace," ucapnya dalam Ifthar Kemenlu, Jakarta, Senin 28 Mei 2018.

Ada pun empat prioritas tersebut adalah, pertama Indonesia akan melanjutkan kontribusi di bidang perdamaian. Termasuk mengenai peace keeper dan peace keeping operation.

Kedua, Indonesia ingin memperkuat organisasi regional. Menurut Menlu Retno, mendekatkan organisasi regional sangat penting sebagai cara untuk menghadapi perkembangan dunia yang semakin dinamis.

Ketiga, Indonesia berharap bisa menghubungkan isu perdamaian dengan pencapaian perkembangan berkelanjutan (SDGs). Hal ini dinilai sangat terkait satu sama lain. 

"SDGs tidak akan terpenuhi jika tidak ada perdamaian dan sebaliknya seperti itu," tukasnya.

Sementara prioritas keempat, Indonesia berharap untuk dapat meningkatkan kerja sama menangani organisasi kejahatan transnasional.

Menlu Retno mengaku sangat optimis Indonesia bisa terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB. Dia menambahkan, rekam jejak Indonesia yang berkontribusi untuk perdamaian akan menentukan posisi di DK PBB.

Karenanya dia berharap masyarakat Indonesia terus mendukung upaya perdamaian tersebut. Dia meminta doa terus dipanjatkan agar Indonesia bisa terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB.

"Doakan ya, tolong dibawa terus dalam doa," serunya.


(FJR)