Kematian Jamal Khashoggi

Erdogan Bagikan Rekaman Khashoggi ke 5 Negara

Willy Haryono    •    Minggu, 11 Nov 2018 09:27 WIB
arab sauditurkiJamal Khashoggi
Erdogan Bagikan Rekaman Khashoggi ke 5 Negara
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: AFP)

Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaku telah membagikan rekaman terkait pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi ke lima negara: Arab Saudi, Amerika Serikat, Jerman, Prancis dan Inggris. Erdogan menegaskan Arab Saudi sebenarnya sudah mengetahui siapa pembunuh Khashoggi.

Khashoggi, seorang jurnalis yang beberapa kali mengkritik kebijakan Arab Saudi, dibunuh di dalam konsulat negaranya sendiri di Istanbul pada 2 Oktober. Awalnya Arab Saudi membantah Khashoggi tewas di sana, namun akhirnya mengaku usai mendapat tekanan internasional.

Baca: Khashoggi Hendak Ungkap Penggunaan Senjata Kimia Saudi

Meski mengakui, Arab Saudi menyebut keluarga kerajaan tidak terlibat. Riyadh juga mengatakan Khashoggi tewas dalam sebuah perkelahian di dalam konsulat.

"Kita telah menyerahkan rekamannya. Kita telah menyerahkannya ke Arab Saudi, ke Washington, ke Jerman, ke Prancis, ke Inggris," ucap Erdogan dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi nasional, Sabtu 10 November 2018.

"Mereka mendengarkan percakapan mengenai apa yang terjadi di sini (konsulat di Istanbul). Mereka kini sudah tahu," lanjut dia, seperti dilansir dari kantor berita BBC.


Jamal Khashoggi. (Foto: AFP)

Hingga saat ini, belum ada satu negara pun yang mengaku telah mendengar rekaman tersebut. Saat dimintai keterangan oleh BBC, Kementerian Luar Negeri Inggris tidak mengonfirmasi maupun membantah telah menerima rekaman dari Turki.

Sementara itu tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, telah menyerukan kepada para pemimpin global untuk menyeret "pelaku pembunuhan ke hadapan hukum."

Surat kabar Turki Daily Sabah melaporkan, Sabtu 10 November 2018, bahwa jasad jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi dibuang ke got usai sebelumnya dilarutkan dengan cairan asam.

Menurut Daily Sabah, sampel dari saluran air di gedung konsulat Istanbul menunjukkan sisa-sisa cairan asam. Jejak ini membuat tim investigator Turki meyakini Khashoggi dibuang ke got melalui saluran air dalam bentuk cairan.


(WIL)