Pasukan Suriah Makin Deras Lakukan Serangan ke Pemberontak

Fajar Nugraha    •    Kamis, 08 Feb 2018 17:47 WIB
krisis suriah
Pasukan Suriah Makin Deras Lakukan Serangan ke Pemberontak
Warga sipil menjadi korban serangan pasukan Pemerintah Suriah (Foto: AFP).

Ghouta: Pasukan Pemerintah Suriah terus menggempur wilayah pertahanan kelompok pemberontak di wilayah Ghouta. Penyerangan ini menyebabkan warga sipil tewas.
 
Distrik Ghouta timur diserang oleh pihak pemerintah sejak Selasa 6 Februari 2018 dan menewaskan 80 warga sipil. Memasuki hari ketiga, penyerangan dari pasukan pemerintah itu tidak berhenti.
 
Pada Rabu 7 Februari, korban tewas bertambah 34 jiwa, termasuk diantaranya puluhan anak-anak. Kelompok Syrian Observatory for Human Rights menyebutkan serangan ini yang paling parah dalam satu bulan terakhir.
 
Di antara anak-anak yang tewas adalah putri dari Abu Raad, yang masih syok dengan serangan di Ghouta.
 
"Sekarang regu penyelamat melakukan pencarian untuk putri kedua saya, tetapi belum ditemukan hingga saat ini. Apa yang harus saya lakukan," tangis dari Raad, seperti dikutip AFP, Kamis 8 Februari 2018.
 
Direktur dari Observatory Rami Abdel Rahman mengatakan kepada AFP bahwa jumlah korban tewas yang mencapai 80 jiwa pada Selan, merupakan yang tertinggi untuk kematian warga sipil dalam waktu sembilan bulan terakhir. 
 
Untuk kasus ini, Observatory mencatat 19 anak-anak dan 20 perempuan tewas dalam serangan pasukan pemerintah. Sementara 200 lainnya dilaporkan terluka.
 
Adapun serangan paling mematikan berada di Sawa dan Hummariyeh.
 
Penggunaan gas klorin
 
Pasukan Suriah kembali dituduhkan menggunakan gas klorin dalam serangannya. Tuduhan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian pada Rabu 7 Februari 2018.
 
Menurut Le Drian, klorin digunakan dalam dua lokasi berbeda di wilayah timur Ghouta. Dia menyebutkan semua indikasi mengarah ke Pemerintah Suriah.
 
Lembaga Pengawas Senjata Kimia (OPCW) mengatakan tim pencari fakta menyuarakan kekhawatiran atas dugaan itu.



(FJR)