Arab Saudi Lakukan 100 Eksekusi Mati Sepanjang 2017

Arpan Rahman    •    Rabu, 04 Oct 2017 14:18 WIB
eksekusi mati
Arab Saudi Lakukan 100 Eksekusi Mati Sepanjang 2017
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al Saud dalam jamuan makan di rumah PM Shinzo Abe di Tokyo, Jepang, 13 Maret 2017. (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Riyadh: Kelompok hak asasi manusia Amnesty International mengkritik pemerintah Arab Saudi yang telah mengeksekusi 100 orang sejak awal tahun hingga Oktober 2017. Sebanyak 60 hukuman mati dilakukan dalam tiga bulan terakhir.

"Sejak Juli 2017, pemerintah Arab Saudi telah melakukan eksekusi dengan rata-rata lima orang dihukum mati per pekan," kata Lynn Maalouf, Direktur Riset untuk Amnesty International di Timur Tengah. 

"Hukuman itu membuat Arab Saudi berpotensi tetap menjadi salah satu algojo paling produktif di planet ini," cetusnya seperti dikutip UPI, Rabu 4 Oktober 2017.

Dia menambahkan: "Jika pemerintah Arab Saudi benar-benar bermaksud melakukan reformasi, mereka harus segera menetapkan moratorium resmi eksekusi sebagai langkah awal menghapuskan hukuman mati sepenuhnya."

Sebanyak 40 persen eksekusi di Arab Saudi dilakukan untuk kasus narkotika dan obat-obatan terlarang, yang diklaim Amnesty International sebagai pelanggaran hukum internasional terhadpa hak asasi manusia. 

Kelompok tersebut juga menuduh Riyadh melakukan persidangan yang tidak adil dan "memanfaatkan hukuman mati sebagai alat untuk menghancurkan perbedaan pendapat dan mengendalikan minoritas dengan sikap yang tidak berperasaan terhadap kehidupan manusia," kata Maalouf.

"Mereka harus segera membatalkan hukuman ini dan memastikan semua persidangan memenuhi standar yang adil," sambung dia.

Juli lalu, pemerintah Arab Saudi menuai kecaman sesudah melakukan enam eksekusi dalam satu hari, termasuk seorang pria Pakistan yang dibunuh karena penyelundupan narkoba.


(WIL)