Dua Wisatawan Jerman Tewas Ditikam di Mesir

Arpan Rahman    •    Sabtu, 15 Jul 2017 21:29 WIB
mesirpenikaman
Dua Wisatawan Jerman Tewas Ditikam di Mesir
Pihak berwenang Mesir di lokasi kejadian penikaman (Foto: EPA).

Metrotvnews.com, Hurghada: Seorang pria Mesir menusuk dua turis Jerman sampai tewas dan melukai empat lainnya, pada Jumat 14 Juli 2017, di sebuah tempat liburan populer di Laut Merah. Pelaku rupanya mencari orang asing untuk diserang, menurut para pejabat dan saksi mata.
 
Pria berpisau itu membunuh dua wanita Jerman dan melukai dua turis lainnya di hotel Zahabia di Hurghada. Lalu dia berenang ke pantai terdekat untuk menyerang setidaknya dua orang lagi di resor Sunny Days El Palacio. Sebelum dibekuk oleh staf dan berhasil ditangkap, para pejabat dan sumber-sumber keamanan mengatakan.
 
Aksi ini menjadi serangan besar pertama terhadap turis asing sejak serangan serupa di resor yang sama lebih dari setahun yang lalu. Kejadian muncul saat Mesir berjuang buat menghidupkan kembali industri pariwisata yang dilanda ancaman keamanan dan bertahun-tahun mengalami pergolakan politik.
 
"Dia menghunus pisau dan menusuk korban masing-masing tiga kali di dada. Mereka meninggal di pantai," kata manajer keamanan di hotel El Palacio, Saud Abdelaziz, kepada Reuters.
 
"Dia melompati dinding di antara hotel-hotel dan berenang ke pantai yang lain," lanjutnya.
 
Abdelaziz mengatakan, dua orang yang terluka adalah orang Republik Ceko dan dua orang Armenia, namun pejabat lainnya mengatakan salah satu wanita tersebut orang Rusia. Mereka dirawat di rumah sakit setempat. Kementerian Luar Negeri Ceko mencuit bahwa seorang wanita Ceko menderita cedera kaki ringan.
 
Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan tidak memiliki informasi yang pasti, namun tidak dapat mengesampingkan bahwa warga Jerman termasuk di antara korban. Kedutaan Besar Jerman di Kairo bekerja sama dengan pihak berwenang, kata seorang juru bicara kementerian.
 
Pemberontakan Islamis
 
Motif penyerang masih dalam penyelidikan, kata Kemendagri Mesir. "Dia mencari orang asing dan dia tidak mengincar orang Mesir," kata seorang anggota staf di Hotel Zahabia, seperti dikutip Global News dari Reuters, Jumat 14 Juli 2017.
 
Mesir memerangi gerilyawan Islamis di Semenanjung Sinai, di mana mereka terutama menargetkan pasukan keamanan. Namun militan juga telah menyerang sasaran turis di masa lalu, serta orang Kristen Koptik dan gereja-gereja.
 
Hurghada, sekitar 400 km selatan ibu kota Kairo, adalah salah satu tempat liburan paling populer di Laut Merah.
 
Pada Januari 2016, dua penyerang bersenjata dengan pistol, pisau, dan sabuk bunuh diri mendarat di pantai sebuah hotel di Hurghada, dan melukai dua turis asing.
 
Mesir berharap investasi di bidang keamanan bandara dan mata uang Pound Mesir yang lebih murah akan membawa kunjungan wisatawan ke pantai dan situs kuno kembali ke tingkat yang terlihat sebelum pemberontakan 2011.
 
Industri ini, sumber penting mata uang keras, telah menggeliat sejak saat itu dengan gejolak politik dan demonstrasi massa selama bertahun-tahun, serta dampak dari jatuhnya jet yang membawa pulang turis asal Rusia dari resor Sharm el-Sheikh Laut Merah Mesir, Oktober 2015, di mana 224 orang meninggal. Islamic State (ISIS) mengatakan telah meledakkan pesawat itu dengan sebuah bom.
 
Serangan Jumat terjadi sehari setelah lima polisi tewas oleh kelompok bersenjata berkendara sepeda motor, yang menyerang mobil polisi tepat di sebelah selatan Kairo.



(FJR)