Israel Ancam Segera Tutup Biro Al Jazeera di Yerusalem

Sonya Michaella    •    Senin, 07 Aug 2017 15:20 WIB
israel kisruh qatar
Israel Ancam Segera Tutup Biro Al Jazeera di Yerusalem
Biro media Al Jazeera di Yerusalem. (Foto: EPA)

Metrotvnews.com, Tel Aviv: Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu kini mendesak agar biro media Qatar, Al Jazeera yang berada di Israel, segera ditutup.

Tak hanya itu, Israel juga akan mencabut kredensial dan izin peliputan para wartawan Al Jazeera di seluruh Israel.

Netanyahu beranggapan, Al Jazeera memicu peningkatan ketegangan sebuah krisis, misalnya bentrokan di Al Aqsa.

Menteri Komunikasi Israel Ayoub Kara menyebutkan, media Al Jazeera termasuk media yang mendukung terorisme dan media penghasut.

"Para penyedia layanan televisi kabel sudah bersedia untuk mencabut siaran Al Jazeera. Penutupan biro di Yerusalem harus memerlukan proses lebih lanjut," kata Kara, dikutip dari BBC, Senin 7 Agustus 2017.

Kara juga menyebutkan bahwa Al Jazeera telah menjadi alat utama kelompok militan ISIS, Hamas, Hizbullah dan Iran untuk menyebarkan terorisme.

Sementara itu, seorang pejabat Al Jazeera yang berada di Doha menyesalkan pernyataan tak bertanggung jawab dari Israel tersebut.

"Saya sangat menyesal mendengar pernyataan ini dari salah satu negara demokrasi di Timur Tengah. Komentar ini sangat berbahaya," tukasnya.

"Peliputan jurnalis kami di Al Aqsa adalah sebuah peliputan yang profesional dan objektif dan didasari oleh kode etik jurnalistik," tegas dia lagi.

Tampaknya, Israel serius untuk mengikuti jejak negara-negara Teluk dengan ikut mengucilkan Qatar. Pemerintah Israel juga menyatakan setuju dengan sikap negara Teluk tersebut.

Sebelumnya, Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Mesir telah terlebih dahulu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dengan alasan negara tersebut mendukung kegiatan terorisme.





(WIL)