Tentara Irak Pamerkan Senjata Kimia yang Direbut dari ISIS

Arpan Rahman    •    Senin, 28 Nov 2016 19:44 WIB
isis
Tentara Irak Pamerkan Senjata Kimia yang Direbut dari ISIS
Sejumlah perlengkapan tempur ISIS yang direbut pasukan Irak. (Foto: Getty)

Metrotvnews.com, Mosul: Tentara Irak dengan bangga memamerkan sejumlah senjata kimia mematikan yang diambil dari gerilyawan Islamic State (ISIS).

Saat ini, pasukan pemerintah semakin dekat dalam upaya merebut kembali Mosul, kota kedua terbesar di Irak.

Dilansir Daily Express, Senin (28/11/2016), benda yang dipamerkan berupa perlengkapan tempur termasuk bom truk, sebuah kotak besar amunisi, dan beberapa senjata kimia.

Pemerintah Irak melancarkan rencana besar demi merebut kembali Mosul dari militan ISIS sejak sebulan lalu. 

Sejauh ini militer Irak telah merebut kembali beberapa kawasan, di antaranya Intisar, Jadidat mufti, Salam, dan Younis Sabawi. Semua distrik tersebut telah dibersihkan dari jebakan ranjau yang ditinggalkan militan ISIS. 

Menurut pihak militer dan pejabat rumah sakit Irak, setidaknya 73.000 warga telah melarikan diri dari Mosul sejak kampanye pemerintah untuk merebut kembali kota itu pada akhir Oktober.





Pertengahan bulan ini, ISIS dikabarkan menewaskan lebih dari 300 mantan anggota polisi Irak di Mosul.
 
Laporan ini dikeluarkan organisasi pemerhati HAM, Human Rights Watch (HRW). 300 anggota polisi itu dibunuh tiga minggu lalu dan dikubur di sebuah makam massal.
 
"Pembunuhan ini terjadi di selatan kota Mosul, di Hammam al-Alil," pernyataan pihak HRW, seperti dikutip Reuters.
 
Seorang jurnalis Reuters mengunjungi lokasi pemakaman massal dari mantan anggota polisi itu. Sebagian besar dari korban tewas akibat ditembak atau dipenggal.
 
Sementara warga setempat meyakini bahwa sekitar 200 jiwa dibunuh oleh ISIS, sebelum menarik diri dari Kota Hammam al-Alil. 


(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA