Bentrok Lawan Pasukan Pro-Assad, Jet Tempur Israel Ditembaki

Arpan Rahman    •    Jumat, 17 Mar 2017 15:56 WIB
israel
Bentrok Lawan Pasukan Pro-Assad, Jet Tempur Israel Ditembaki
Dua jet tempur F-16 milik Israel (Foto: EPA).

Metrotvnews.com, Yerusalem: Jet-jet militer Israel yang beroperasi di Suriah menjadi target rudal anti-pesawat dalam bentrokan paling serius antara Israel dan pasukan pro-Assad sejak awal perang saudara di Suriah.
 
Tidak ada pesawat Israel yang kena, salah satu rudal berhasil dilumpuhkan di utara Yerusalem oleh sistem pertahanan anti-rudal Israel.
 
Indikasi pertama dari bentrok muncul di tengah malam diiringi sirene serangan udara di lembah Yordan, yang diduduki Israel. Menyusul sejumlah laporan mengenai ledakan. 
 
Bunyinya terdengar di atas areal yang luas, kemudian dikuatkan suara salah satu rudal yang jatuh ketika ditembak oleh pertahanan udara Israel.
 
Sumber militer Israel menggambarkan roket yang rontok di Israel, salah satunya diketahui berasal dari gudang militer Suriah -- meskipun bukan jenis yang paling canggih. Seraya ditambahkan bahwa misil itu telah dicegat oleh sistem anti-rudal Arrow, yang digunakan kali pertama sejak dikonfirmasi pengerahannya di akhir 1990-an.
 
Insiden tersebut sangat tidak biasa. Tapi juga terlihat bahwa militer Israel memecah keheningan sebagaimana lazimnya atas berbagai serangan di Suriah. Lalu pihak Israel pun mengaku dalam sebuah pernyataan: pesawat yang telah ditargetkan memang sedang beroperasi di sana.
 
"Semalam, 17 Maret, pesawat IAF (Angkatan Udara Israel) ditargetkan beberapa sasaran di Suriah," kata pernyataan itu, seperti dikutip Guardian, Jumat 17 Maret 2017. 
 
"Beberapa rudal anti-pesawat diluncurkan dari Suriah, tapi misi dan sistem pertahanan udara IDF(Angkatan Bersenjata Israel) bisa mencegat salah satu rudal. Tidak ada bahaya bagi keselamatan warga sipil Israel atau pesawat IAF," imbuh pernyataan tersebut.
 
Pernyataan itu mengonfirmasi apa yang sudah lama menjadi rahasia umum di Israel dalam beberapa tahun terakhir, yaitu jet-jet Israel telah menargetkan konvoi persenjataan ditujukan untuk kelompok Hizbullah Lebanon, yang berjuang di pihak rezim Bashar al-Assad.
 
Meskipun Israel telah beroperasi dengan impunitas relatif di Suriah, Rusia menyediakan sistem rudal anti-pesawat -- termasuk yang terakhir, peluncur S300 -- sejak lama mengancam akan mempersulit kebebasan Israel dari tindakan atas Suriah. Kendati terdapat aturan Israel tak berkonflik dengan Moskow demi menghindari bentrokan tidak sengaja dengan pesawat Rusia yang mendukung rezim Assad.
 
Israel lebih banyak menjauhi urusan dalam perang di Suriah. Namun telah meluncurkan serangan di gudang dan konvoi terkait dengan pengangkutan senjata yang dipasok Iran ke kelompok Hizbullah di Lebanon.
 
Aturan tak berkonflik dengan Moskow telah mengundang kekhawatiran di kalangan pejabat keamanan Israel. 
 
Berbagai kejadian di balik perang Suriah dengan pendukung rezim Assad, dipandang oleh beberapa kalangan sebagai keuntungan Hizbullah di Lebanon. Paling tidak dalam upaya militan Hizbullah untuk secara komprehensif mempersenjatai diri mereka kembali sejak perang berkecamuk 2006.



(FJR)