Terkena Bom, Prajurit AS Tewas dalam Perang Suriah

Arpan Rahman    •    Jumat, 25 Nov 2016 14:39 WIB
konflik suriah
Terkena Bom, Prajurit AS Tewas dalam Perang Suriah
Pasukan AS ditugaskan di Suriah sebagai pendukung (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Ayn Issa: Satu orang prajurit Amerika Serikat (AS) terkena terkena ledakan bom di Suriah utara. Kematiannya diumumkan Pentagon dalam sebuah pernyataan.
 
Tentara itu direnggut ajal di dekat Ayn Issa, sebuah kota sekitar 56km barat laut dari Raqqa, ibu kota yang diproklamirkan kelompok militan Islamic State (ISIS). Kematiannya menandai kali pertama militer AS tewas di negara itu sejak kontingen pasukan Operasi Khusus dikerahkan ke sana pada Oktober 2015 untuk menghadapi kelompok garis keras.
 
Armada pesawat tempur Amerika telah mengebom berbagai sasaran dalam wilayah Suriah demi membantu puluhan ribu pejuang milisi yang bertempur menggulingkan ISIS dari Raqqa, kubu kelompok militan di negara itu.
 
"Seluruh koalisi penentang ISIS mengirimkan belasungkawa bagi sang pahlawan, keluarga, teman, dan rekan satu timnya," kata Letnan Jenderal Stephen Townsend, komandan pasukan koalisi pimpinan AS melawan ISIS di Irak dan Suriah,  seperti dikutip Tribune-Review, Kamis (24/11/2016).
 
"Pada hari Thanksgiving ini ucapkan rasa syukur bahwa ada prajurit yang bersedia menempuh perjuangan untuk melindungi tanah air kita dari kebencian dan ideologi brutal (ISIS)," lanjutnya.
 
Pentagon biasanya menunggu 24 jam sebelum merilis nama korban agar memastikan pemberitahuan yang tepat kepada keluarga prajurit yang gugur.
 
Sekitar 500 tentara AS dikerahkan ke Suriah, sebagian besar beroperasi dengan peran pendukung untuk koalisi pejuang Arab dan Kurdi yang dikenal sebagai Pasukan Demokratik Suriah, atau SDF, yang memerangi ISIS. Awal bulan ini, Menteri Pertahanan Ashton Carter mengumumkan bahwa SDF mulai operasi awal untuk mengisolasi dan akhirnya merebut kembali Raqqa.
 
Sementara itu, tiga tentara Turki juga tewas, pada Kamis, ditembaki pesawat tempur Suriah, menurut pengumuman militer Turki. "Ini pertama kalinya tentara Turki tewas oleh pasukan pemerintah Suriah saat bertempur di wilayah Suriah sejak perang saudara dimulai," kata militer Turki.
 
"Pasukan Turki sudah maju menuju Al Bab, kota di utara yang diduduki ISIS, dekat perbatasan Turki," imbuh pihak militer.
 
Pengumuman bahwa tiga tentara Turki tewas dan 10 luka-luka meningkatkan ketegangan antara Suriah dan Turki, kedua tetangga memiliki banyak sekutu yang kuat. Pemerintah Suriah didukung Rusia dan Iran. Turki, anggota NATO, mulai serangan besar-besaran di Suriah utara pada Agustus silam sebagai bagian dari perjuangannya melawan ISIS juga.
 
Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, mengatakan kepada Hurriyet, harian terkemuka Turki, bahwa serangan tersebut "tidak akan dibiarkan tak terjawab." Ia mengatakan, tidak akan menghalangi tentaranya menjalankan misi di Suriah utara.



(FJR)