AS-Rusia Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata Selama 48 Jam

Sonya Michaella    •    Kamis, 15 Sep 2016 08:40 WIB
konflik suriah
AS-Rusia Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata Selama 48 Jam
Perang di Suriah yang tak kunjung selesai (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Washington: Amerika Serikat dan Rusia sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata di Suriah selama 48 jam ke depan. Hal ini dilakukan karena suasana yang terjadi di Suriah belum seperti yang diinginkan.

"Kami terus memantau ini agar tak terjadi pelanggaran," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Mark Toner, seperti dikutip CNN, Kamis (15/9/2016).

Kesepakatan ini disetujui oleh Menteri Luar Negeri AS, John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia, Segrei Lavrov.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan tak ada korban jiwa di Idlib, Homs, Latakia dan Hama yang berada di pinggiran Damaskus sejak dimulainya gencatan senjata pada Senin lalu.

Seorang aktivis dari kelompok oposisi-Aleppo mengatakan bahwa optimis akan adanya gencatan senjata yang disepakati AS-Rusia ini. "Ini adalah sesuatu yang menjanjikan. Kami akan menunggu dan melihat apa yang terjadi besok," katanya.


Menlu AS, John Kerry (kiri) dan Menlu Rusia, Segrei Lavrov/AFP

Selain itu, untuk ratusan ribu warga Suriah yang terkepung, saat ini sedang menunggu bantuan kemanusiaan yang mungkin akan tiba agak lama.

Konvoi bantuan diposisikan di Cilvegozu, kota perbatasan Suriah dengan Turki. Konvoi bantuan ini siap masuk ke Suriah di mana mengangkut makanan dan bantuan medis.

Laporan PBB mengatakan 250.000 hingga 275.000 orang tak menerima bantuan sejak Juli tahun ini

Juru bicara kantor kemanusiaan PBB, Jens Laerke mengatakan bahwa konvoi bantuan sedang menunggu jaminan keamanan di Laut Suriah.

"Konvoi bantuan PBB dari Turki ke Aleppo Timur masih di daerah perbatasan pagi ini, karena kurangnya jaminan keamanan dari semua pihak," tuturnya.

Namun, ia menjanjikan bahwa konvoi bantuan siap jalan dan akan bergerak dengan cepat untuk memberikan bantuan kepada warga Suriah.



(FJR)