Presiden Yaman Disebut dapat Terbunuh jika Kembali ke Negaranya

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 13 Nov 2017 10:46 WIB
konflik yaman
Presiden Yaman Disebut dapat Terbunuh jika Kembali ke Negaranya
Presiden Yaman, Mansour Hadi. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Sanaa: Seorang pejabat pemerintahan Yaman menuturkan sang Presiden, Abd-Rabbu Mansour Hadi, dapat terbunuh jika meninggalkan Arab Saudi dan kembali ke negaranya.

Menurut pejabat yang namanya dirahasiakan tersebut, kerajaan meminta Mansour Hadi untuk tidak kembali ke kota Aden, Yaman. Hal ini dikarenakan mereka takut, kehidupan pria 72 tahun itu dalam bahaya.

Dilansir dari laman Aljazeera, Senin, 13 November 2017, pernyataan pejabat itu membantah laporan media awal pekan ini yang mengklaim jika Mansour Hadi menjadi tahanan rumah di Riyadh.

"Klaim bahwa Hadi berada di bawah tahanan rumah adalah rumor sampah. Dia bisa pergi ke mana saja yang dia mau, dia bahkan bisa ke luar negeri. Namun, dari apa yang saya pahami, risiko besar bagi dia jika kembali ke Aden," ujar pejabat itu.

Sejak 2015, tepatnya saat pemberontak Houthi menyerang, Mansour Hadi dan sebagian besar pemerintahannya berbasis di Riyadh. Mereka dianggap menghancurkan negara tersebut, termasuk di ibu kota Yaman, Sanaa.

"Ada kekuatan di sana yang ingin dia lihat sasarannya, dan karena itulah orang-orang Saudi merasa tidak pantas untuk kembali. Mereka mendesaknya tinggal di Riyadh sampai situasi keamanan membaik," imbuh pejabat tersebut.

Meski tidak menyebutkan pasukan mana yang ingin 'menargetkan' Hadi, naun sebagian besar wilayah selatan berada di bawah kendali Uni Emirat Arab dan milisi yang didukung Abu Dhabi.

Popularitas Hadi pun goyah seiring kekuatan Uni Emirat Arab yang semakin berkembang di selatan Yaman.


(FJR)