Dituduh Mata-Mata AS, Bapak dan Anak Dipenjara di Iran

Arpan Rahman    •    Rabu, 19 Oct 2016 16:49 WIB
politik iran
Dituduh Mata-Mata AS, Bapak dan Anak Dipenjara di Iran
Ilustrasi penjara. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Teheran: Ayah dan anak, warga Amerika Serikat (AS) keturunan Iran, dijatuhi hukuman penjara 10 tahun di Iran atas tuduhan telah menjadi mata-mata pemerintah Negeri Paman Sam.

Siamak Namazi dan ayahnya Baquer Namazi, dua pria berkewarganegaraan ganda Iran dan AS, masing-masing dihukum 10 tahun penjara atas tuduhan bersekutu dengan pemerintah asing. Jaksa penuntut dalam kasus tersebut menyatakan, informasi tentang kejahatan mereka akan diungkap lebih lanjut di masa mendatang.

Sejak penandatanganan perjanjian dengan AS untuk mengurangi program nuklirnya, agen-agen rahasia Iran dari Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) telah menangkap beberapa orang berkewarganegaraan ganda. Kendati beberapa yang ditangkap telah diketahui, namun banyak yang belum dipublikasikan. Sedikit pula yang diketahui tentang alasan mereka ditahan.

Keluarga dan teman-teman Namazi terkejut atas putusan itu, mengingat Siamak adalah konsultan bisnis yang bekerja untuk memperkuat hubungan AS dan Iran. Sementara Baquer datang ke Iran awal tahun ini untuk menjenguk anaknya yang telah dipenjarakan.

"Sekarang jelas bahwa ini tidak lebih dari penyanderaan yang dilakukan oleh unsur-unsur paling ekstrem di pemerintah Iran," kata Reza Marashi, direktur peneliti dari Dewan Nasional Iran-Amerika (NIAC), kepada New York Times seperti dikutip UPI, Rabu (19/10/2016). 

"Semua unsur merilis rincian baru tentang pemenjaraan Siamak dan Baquer untuk media Iran, keduanya mencoba menjalin perdagangan dengan AS di berbagai bidang," ujar Marashi.

Siamak Namazi bekerja di perusahaan multinasional. Ia bertugas memberi saran tentang cara berbisnis di Iran. Dirinya ditangkap saat berbisnis pada 2015. Ayahnya, yang berharap bisa merundingkan pembebasan anaknya dari penjara, ditawan karena dicurigai sebagai mata-mata AS. 

Beberapa analis menyebut, pemenjaraan orang kewarganegaraan ganda dilakukan untuk kepentingan bernegosiasi dengan negara-negara lain. Dalam kasus kesepakatan nuklir dengan AS, setiap negara membebaskan tahanan masing-masing -- empat warga Amerika dan seorang warga Amerika keturunan Iran telah dikembalikan ke AS, dan tujuh warga Iran dikirim kembali ke Iran -- ditambah pembayaran tunai USD400 juta.

Kementerian Luar Negeri AS menyerukan agar kedua Namazi dan warga AS lainnya tidak diadili di Iran.

"Kami sangat prihatin dengan laporan bahwa warga AS, Siamak Namazi dan Baquer Namazi, masing-masing telah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara," Mark Toner, wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS, menyatakan dalam siaran pers. 

"Siamak Namazi secara tidak adil sudah ditahan di Iran selama lebih dari setahun. Ayahnya, Baquer Namazi, yang diketahui mantan karyawan Dana Bantuan Darurat Internasional untuk Anak-anak PBB, juga dilaporkan ditahan dengan tidak adil pada akhir Februari 2016. Kami terutama prihatin dengan laporan tentang kesehatannya yang menurun," pungkas Toner.



(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

4 hours Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA