Istri Presiden Nigeria Ancam Tidak Berikan Dukungan ke Suami

Arpan Rahman    •    Jumat, 14 Oct 2016 18:11 WIB
politik nigeria
Istri Presiden Nigeria Ancam Tidak Berikan Dukungan ke Suami
Presiden Nigeri Muhammadu Buhari diancam tak didukung istri (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Abuja: Istri Presiden Nigeria Muhammadu Buhari memperingatkan bahwa dia mungkin tidak mendukung suaminya pada pemilihan berikutnya kecuali Buhari mengubah susunan pemerintahannya.
 
"Presiden tidak tahu dengan sebagian besar pejabat yang telah ditunjuk," kata Aisha Buhari dalam wawancara dengan BBC, Jumat (14/10/2016).
 
Dia menyimpulkan pemerintah telah tersandera. Menurut Aisha ada beberapa orang berada di balik penunjukan presiden. Buhari terpilih tahun lalu dengan janji untuk mengatasi korupsi dan nepotisme di pemerintahan.
 
Keputusan istrinya untuk muncul di muka publik seraya menunjukkan kekhawatirannya akan mengejutkan banyak orang. Tetapi memperlihatkan tingkat ketidakpuasan atas kepemimpinan presiden.
 
Presiden Buhari berkata di saat pelantikannya bahwa ia "milik siapa saja dan milik semua orang".
 
Dalam wawancara dengan Naziru Mikailu, Aisha mengatakan,"Presiden tidak tahu 45 dari 50 orang yang ditunjuknya itu dan saya tidak tahu apa mereka baik, meskipun istrinya ini baru 27 tahun".
 
Dia mengatakan orang-orang yang tidak berbagi visi dengan partai All Progressives Congress (APC) yang sedang berkuasa sekarang ditunjuk menduduki posisi puncak karena pengaruh bujukan "beberapa orang."
 
"Beberapa orang yang hanya duduk santai di rumah mereka telah dipanggil untuk menjadi kepala lembaga atau menempati posisi dalam kementerian," pungkasnya.
 
Namun saat diminta menyebut nama-nama mereka yang telah menyandera pemerintah, Aisha menolak, sambil mengatakan: "Anda akan tahu siapa mereka jika Anda menonton televisi."
 
Ditanya soal tanggung jawab presiden, dia berkata: "Itu terserah orang untuk menilai."
 
Aisha pun mengungkapkan, suaminya tidak mengatakan apakah akan mengikuti pemilihan lagi pada 2019.
 
"Dia belum memberitahu saya tapi saya telah memutuskan sebagai istrinya, bahwa jika hal seperti ini terus berlangsung sampai 2019, saya tidak akan tampil berkampanye lagi dan meminta semua wanita untuk memilih seperti yang saya lakukan sebelumnya. Saya tidak akan pernah melakukannya lagi," tegasnya.
 
Ketika ditanya apa yang dia dianggap sebagai prestasi besar pemerintah, Ibu Negara mengatakan, peningkatan keamanan di timur-laut di mana kelompok militan Islam Boko Haram telah mengobarkan pemberontakan sejak 2009.
 
"Tidak ada yang mengeluh telah diserang di rumah mereka sendiri. Untungnya, semua orang bisa bebas jalan-jalan, pergi ke tempat ibadah, dan lainnya. Bahkan anak-anak di Maiduguri telah kembali ke sekolah," imbuh Aisha Buhari, merujuk pada kota yang dulunya jadi markas kelompok militan.



(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA