Serangan Udara Hantam Rumah Sakit Anak di Aleppo

Arpan Rahman    •    Sabtu, 19 Nov 2016 14:58 WIB
krisis suriah
Serangan Udara Hantam Rumah Sakit Anak di Aleppo
Serangan yang diarahkan ke rumah sakit anak di Aleppo, Suriah (Foto: Al Jazeera).

Metrotvnews.com, Aleppo: Serangan udara telah menghantam sebuah rumah sakit anak-anak di Aleppo timur yang dikuasai pemberontak Suriah. Staf medis terpaksa mengevakuasi para pasien, termasuk beberapa bayi baru lahir yang masih dalam inkubator.
 
Momen serangan, pada Jumat 18 November, diliput kru Al Jazeera, termasuk wartawan Amro Halabi, yang melaporkan korban serangan bom Suriah dan Rusia sebelumnya di kawasan yang dikuasai pemberontak dalam kota.
 
Halabi menyiarkan adegan seorang pria dan dua anaknya, yang menderita gangguan pernapasan akibat serangan sebelumnya, di suatu ruangan yang mendadak gelap setelah ledakan keras.


Aleppo terus dilanda serangan (Foto: AFP).
 
 
Para perawat dan staf medis lainnya terlihat berebut menjauh dari kegelapan itu dan buru-buru membawa pasien keluar dari rumah sakit yang rusak parah. Sementara anak-anak menjerit-jerit minta tolong.
 
Di ruangan lain, beberapa perawat mengambil bayi dari inkubator yang rusak, seorang anggota staf memakai secarik kain menyelimuti bayi yang tampak kurang gizi sambil menghibur seorang perempuan, yang juga menggendong bayi.
 
Para perawat kemudian memindahkan bayi-bayi ke ruangan lain, menempatkan mereka bersebelahan di lantai. Setidaknya satu dari bayi-bayi itu terlihat dengan tabung medis masih menempel.
 
Staf medis berkata kepada Al Jazeera bahwa semua bayi selamat dari serangan.
 
Kota Aleppo, bekas pusat perdagangan Suriah, telah terbelah sejak 2012, sisi timur di tangan pemberontak dan setengah bagian barat dikuasai pasukan pemerintah.
 
Lebih dari 250.000 warga sipil masih terperangkap di timur, dekat lokasi yang dibom terus-menerus. Pasokan makanan berkurang dan perawatan medis sangat terbatas bagi mereka.
 
Rumah sakit bawah tanah
 
Sebelumnya dilaporkan, setidaknya 49 orang tewas di Aleppo dalam pengeboman yang diawali Kamis 17 November, menurut para saksi dan aktivis.
 
Jumat adalah hari keempat serangan bom yang dimulai kembali lewat pesawat-pesawat jet pemerintah Suriah di Aleppo timur.
 
Serangan dilancarkan ketika sekutu Suriah, Rusia, mengumumkan serbuan tersendiri di Provinsi Idlib yang dikuasai pemberontak di utara negara itu dan provinsi Homs di kawasan tengah. 
 
Sejak itu, lebih dari 100 orang tewas di Suriah utara.  Sebuah rumah sakit lain di kawasan Aleppo juga dibom, pada Kamis malam, menurut sejumlah laporan media.
 
"Hanya empat dari tujuh rumah sakit masih beroperasi di distrik ini," kata aktivis Lembaga Pengobatan Suriah-Amerika (SAMS), yang mendukung fasilitas kesehatan di Aleppo. Adham Sahloul, seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu (19/11/2016).
Kehancuran di Suriah akibat perang (Foto: AFP).
 
 
Pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan, puluhan serangan udara, artileri, dan bom barel meluluh-lantakkan 18 kawasan yang berbeda di Aleppo timur.
 
"Pengeboman pemerintah sudah menyasar berbagai kawasan di mana fasilitas medis, termasuk rumah sakit anak-anak dan klinik terdekat. Salah satu dari beberapa RS yang tersisa memiliki unit perawatan intensif di Aleppo timur," kata pihak SOHR.
 
Banyak rumah sakit dan klinik di wilayah yang terkepung telah memindahkan operasi mereka di bawah tanah setelah berbulan-bulan pengeboman tanpa henti.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, tercatat 126 kali serangan terhadap fasilitas kesehatan pada 2016, taktik biasa selama lima tahun perang Suriah. Pihak Rusia dan pemerintah Suriah membantah menargetkan bom ke sejumlah rumah sakit.



(FJR)