Pengungsi Sudan Serbu Tim Medis Indonesia

   •    Jumat, 04 Aug 2017 02:45 WIB
fasilitas kesehatanbantuankonflik sudan
Pengungsi Sudan Serbu Tim Medis Indonesia
Warga Sudan menyerbu Tim medis FPU 9 Indonesia. Foto: Istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: Konflik berkepanjangan yang terjadi di Sudan menimbulkan dampak yang luar biasa bagi para penduduknya.  Rakyat harus tinggal di IDP camp di mana mereka terpaksa meninggalkan tanah tempat kelahiran. Meskipun masih hidup dan tinggal di negaranya, mereka hidup dalam segala keterbatasan, mulai dari tempat tinggal yang tidak layak, keterbatasan air dan kekurangan makanan.

UNAMID dan komponen medis ter,masuk di dalamnya Tim Medis FPU 9 Indonesia menggelar kegiatan amal dalam rangka memperingati Mandela day dan membantu masyarakat Sudan korban konflik. 

Tim medis FPU 9 Indonesia yang terdiri dari dua dokter dan enam paramedis yang dipimpin oleh Kasikes AKP dokter Fandi Muttaqin ikut berkontribusi dalam kegiatan tersebut, yakni dengan memberikan pelayanan kesehatan terhadap warga sudan yang tinggal di Zam- Zam IDPs camp.

Seluruh pengungsi yang hadir langsung menyerbu tempat tim medis dari FPU 9 Indonesia. Hal ini membuat sedikit kewalahan. Namun, tim medis tetap memberikan pelayanan dengan baik.

Pelayanan yang diberikan di antaranya yakni pemeriksaan kesehatan, pemberian masker, dan hand sanitizer serta kampanye cara mencuci tangan yang benar kepada para pengungsi. 

"Kami tim medis yang tergabung dalam FPU 9 Indonesia sangat bangga dapat melaksanakan tugas di daerah misi yang tidak hanya menjaga kesehatan personel FPU tetapi juga dapat memberikan pelayanan kesehatan para pengungsi hal ini dibuktikan dengan antusiasnya para pengungsi yang rela antri untuk mendapatkan layanan kesehatan dari FPU indonesia. Mereka sangat membutuhkan bantuan tersebut" ujar Fandi dalam keterangan resmi, Jumat 4 Agustus 2017.

Hal ini diungkapkan juga oleh Adam Ahmed salah satu penduduk di zamzam IDP Camp yang mengapresiasi kerja dari tim medis Indonesia.
 
"Saya merasa senang dengan tim dari Indonesia karena selalu sabar dan ramah dalam memberi pelayanan kesehatan pada kami. Apalagi ditambah pemberian masker dan hand sanitizer yang sangat berguna, terutama saat sering datangnya haboob dan keterbatasan air di camp," jelas Adam.


(SCI)