Lolos dari Raqqa, WNI Merasa Ditipu Propaganda ISIS

Fajar Nugraha    •    Jumat, 16 Jun 2017 16:33 WIB
isis
Lolos dari Raqqa, WNI Merasa Ditipu Propaganda ISIS
WNI yang kini hidup di penampungan setelah merasa tertipu oleh ISIS (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Raqqa: Kebohongan, ini yang dirasakan oleh dua orang perempuan warga negara Indonesia (WNI) usai mereka berhasil keluar dari sarang kelompok militan Islamic State (ISIS) di Raqqa, Suriah.
 
Leefa pergi dari Indonesia untuk bergabung dengan kelompok ISIS di Raqqa. Baginya sesaat sebelum pergi, dia membayangkan tempat tujuannya bisa menunjukkan surga atas keyakinannya selama ini.
 
Namun sekarang, di saat ISIS mati-matian mempertahankan kekuasaannya, perempuan berusia 38 tahun itu bersama 15 WNI lainnya keluar dari Raqqa. Mereka pun bertahan di tempat penampungan Ain Issa, sekitar 50 kilometer sebelah utara Raqqa.
 
Leefa bersama rekan-rekannya yang lain meninggalkan Indonesia dan pergi ke Suriah, untuk menjadi Muslim sesungguhnya. Mereka tertarik dengan propaganda yang dilakukan oleh ISIS baik di video ataupun media lainnya.
 
"Ketika berada di Indonesia, kami membaca, melihat di internet bahwa Daulah Islamiya (Kata lain dari ISIS) adalah tempat untuk kami tinggal. Demi menjadi Muslim sesungguhnya," ujar Leefa, kepada jurnalis AFP, seperti dikutip Metrotvnews.com, Jumat 16 Juni 2017.
 
Menurut Leefa, dirinya datang ke Raqqa setelah mendengar kabar bahwa biaya operasi di wilayah ISIS sangat murah. 
 
"Saya menderita masalah kesehatan dan butuh operasi di bagian leher. Biaya operasi di Indonesia sangatlah mahal," imbuhnya.
 
Tetapi ketika tiba di Suriah, kondisinya jauh berbeda dari harapan. Tidak ada harga murah untuk operasi, justru lebih mahal dibanding di Indonesia bahkan Leefa tidak dirawat sama sekali.


WNI yang hidup di penampungan usai keluar dari wilayah ISIS (Foto: AFP).
 
 
Kebohongan besar
 
Cerita serupa juga dialami oleh WNI berusia 19 tahun, Nur. Nur datang ke Suriah dengan harapan bisa mendapat pekerjaan. 
 
"Ketika kami masuk ke ISIS, masuk ke wilayah negaranya semuanya berbeda dari yang diucapkan di internet. Kami diiming-imingi pekerjaan dengan bayaran besar," ucap Nur.
 
Tetapi ketika tiba di Raqqa, seluruh pria yang datang bersama Nur diwajibkan untuk berjuang bersama pasukan ISIS. Bahkan keluarganya pun dijebloskan ke penjara.
 
"Semua dimasukkan ke penjara, ayah dan saudara saya," tutur Nur yang tidak menjelaskan apa penyebab saudaranya dipenjara.
 
Tidak hanya itu, Nur juga diburu oleh anggota ISIS lain untuk dinikahi. "Banyak dari anggota ISIS yang duda, baru menikah selama dua minggu atau dua bulan," jelasnya.
 
"Banyak pria datang ke rumah dan bertanya kepada ayah, 'saya ingin menikahi putri kamu'," pungkas Nur meniru ucapan anggota ISIS kepada ayahnya.
 
Adiknya pun sempat dihentikan oleh orang tidak dikenal di sebuah pasar di Raqqa, mereka bertanya: "Kamu punya kenalan perempuan atau adik perempuan, saya ingin jadikan istri".
 
"Setiap hari yang mereka bicarakan hanyalah perempuan," tutur Nuh dengan penuh rasa muak.
 
Korban penipuan
 
Cerita yang diutarakan oleh kelompok yang menyelamatkan diri dari Raqqa ini, serupa dengan warga asing lain yang melarikan diri dari wilayah kekuasaan ISIS.
 
Sama seperti cerita umumnya, mereka diperdayai lewat jalur internet. Namun ketika sudah berada di wilayah ISIS, realitasnya jauh berbeda.
 
Saat ini pasukan SDF atau Syrian Democratic Force sudah masuk ke dalam Raqqa. Mereka juga sempat menginterogasi kelompok warga dari Indonesia ini tetapi kemudian membebaskannya.
 
"Dari yang saya mengerti, mereka semua ditipu," sebut petugas di kamp penampungan Ain Issa, Fayruz Khalil.
 
"Mereka baru menyadari citra Islamic State yang didapatkan selama ini sangat jauh berbeda. Selama 10 bulan terakhir mereka mencoba untuk pergi, tetapi baru berhasil beberapa hari terakhir," imbuh Khalil.
 
Pasukan SDF berencana untuk mengirim WNI ini ke perbatasan Irak di Kota Arbil dan menyerahkannya ke Kedutaan Besar Indonesia. 
 
Menurut pihak berwenang Indonesia sekitar 500-600 WNI berada di Suriah saat ini. 500 lebih juga mencoba menggapai Suriah tetapi dideportasi sebelum masuk ke wilayah kekuasaan ISIS. Hingga saat ini tercatat 60 orang kembali ke Indonesia dari Suriah. 

(FJR)