PM Trudeau Pecat Dubes Kanada untuk Tiongkok

Arpan Rahman    •    Minggu, 27 Jan 2019 15:42 WIB
tiongkokpolitik kanada
PM Trudeau Pecat Dubes Kanada untuk Tiongkok
John McCallum sebagai Menteri Keimigrasian Kanada berbicara dalam sebuah acara di Montreal pada 16 Maret 2016. (Foto: AFP/ALICE CHICHE)

Toronto: Perdana Menteri Justin Trudeau memecat Duta Besar Kanada untuk Tiongkok John McCallum. Pemecatan dilakukan usai McCallum menyinggung mengenai permintaan ekstradisi oleh Amerika Serikat terhadap seorang eksekutif perusahaan teknologi Huawei yang ditahan di Kanada.

Dalam keterangannya kepada media Toronto Star pada Jumat 25 Januari, McCallum berkata bahwa jika seandainya AS membatalkan permohonan ekstradisi Meng Wanzhou, maka itu merupakan suatu hal yang "baik."

Satu hari setelahnya, McCallum mengaku salah berbicara. Ia juga menyesalkan bahwa Meng Wanzhou memiliki posisi dan alasan kuat untuk menolak ekstradisi.

Namun PM Trudeau tidak dapat memberikan toleransi dan meminta McCallum mundur. Ia mengaku sudah menerima surat pengunduran diri pada Jumat malam.

Penangkapan Meng Wanzhou, anak perempuan dari pendiri Huawei Technologies Ltd. di bandara Vancouver pada 1 Desember 2018 telah membuat hubungan Kanada dengan Tiongkok memburuk. AS ingin mengekstradisi Meng atas tuduhan dirinya melakukan penipuan terkait bisnis Huawei di Iran.

"Tadi malam, saya sudah meminta dan menerima surat pengunduran diri John McCallum sebagai Dubes Kanada untuk Tiongko," kata Trudeau dalam sebuah pernyataan, seperti dinukil dari laman TIME, Sabtu 26 Januari 2019.

PM Trudeau mengatakan bahwa Jim Nickel, wakil kepala misi Kedubes Kanada di Beijing, akan merepresentasikan Ottawa di Negeri Tirai Bambu.

Tiongkok telah menahan dua warga Kanada tak lama usai Meng ditangkap di Vancouver. Penangkapan keduanya disinyalir sebagai tekanan terhadap Kanada agar Meng dibebaskan.

Sebuah pengadilan di Tiongkok juga menjatuhkan vonis mati terhadap seorang warga Kanada dalam kasus narkoba. Padahal, warga Kanada itu awalnya hanya dijatuhi vonis 15 tahun penjara.

Baca: Kanada Klaim Tiongkok Masih Tahan 13 Warganya


(WIL)