Fransiskus dan Imam Al-Azhar Tandatangani Deklarasi Damai

Willy Haryono    •    Selasa, 05 Feb 2019 13:45 WIB
paus fransiskusuni emirat arab
Fransiskus dan Imam Al-Azhar Tandatangani Deklarasi Damai
Paus Fransiskus (kiri) dan Imam Besar Al-Azhar Sheikh Ahmed al-Tayeb (dua kanan) saat menandatangani deklarasi damai di Abu Dhabi, UEA, 4 Februari 2019. (Foto: AFP/Vincenzo PINTO)

Abu Dhabi: Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Sheikh Ahmed al-Tayeb menandatangani deklarasi bersejarah yang menyerukan perdamaian antar negara, agama dan ras. Deklarasi ditandatangani di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin 4 Februari 2019.

Fransiskus adalah pemimpin pertama Gereja Katolik di Roma yang mengunjungi Semenanjung Arab, wilayah lahirnya agama Islam. Negara pertama yang dikunjungi adalah UEA.

Dokumen deklarasi ini ditandatangani dengan disaksikan perwakilan Kristen, Islam, Judaism dan agama lainnya. 

"Keimanan menuntun seorang pemeluk agama untuk melihat orang lain sebagai saudara yang harus didukung dan dicintai," tulis sepenggal kalimat dalam deklarasi tersebut, seperti dikutip dari laman UPI.

"Setelah kami berdiskusi secara terbuka demi menuju masa depan yang lebih cerah untuk semua orang, maka Dokumen Persaudaraan Antar Umat Manusia ini pun lahir," lanjutnya.

Inti dari dokumen ini adalah seruan toleransi, yang dinilai perlu "diserukan kepada diri sendiri, semua pemimpin global dan juga para pembuat kebijakan."

Isi dokumen juga menyebutkan bahwa tekad melawan ekstremisme harus dijalankan atas dasar membela "semua korban perang, persekusi dan ketidakadilan."

Dalam sebuah pidato berdurasi 26 menit pada Senin malam, Fransiskus menyerukan diakhirinya perang di Timur Tengah, seperti yang terjadi di Yaman, Suriah, Irak dan Libya. "Semua pemimpin memiliki tugas untuk menolak setiap kemungkinan terjadinya perang dunia," sebut Fransiskus.

UEA adalah salah satu negara yang tergabung dalam koalisi pimpinan Arab Saudi dalam memerangi pemberontak Houthi di Yaman. Fransiskus mengaku senang dapat diundang ke UEA dan diberi kesempatan berbicara sebagai "sosok yang meyakini penuh terhadap perdamaian."

Sementara Sheikh Tayeb dalam pidatonya menyebut Fransiskus sebagai "saudaraku tercinta." Dia menyayangkan saat ini masih ada anggapan bahwa sebagian Muslim adalah "barbar brutal" karena banyaknya aksi teror yang mengatasnamakan Islam.

"Padahal semua agama sepakat bahwa Tuhan melarang pembunuhan," ungkap Sheikh Tayeb.

Sebelumnya, Fransiskus telah bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan. "Kami mendiskusikan kerja sama, konsolidasi dialog, toleransi, koeksistensi manusia dan inisiatif untuk mencapai perdamaian," tulis Sheikh Mohammed di Twitter.

Baca: Arti Kunjungan Paus Fransiskus ke Timur Tengah


(WIL)