Milisi Syiah Irak Kepung Kota Strategis yang Dikuasai ISIS

Arpan Rahman    •    Selasa, 22 Nov 2016 20:05 WIB
isis
Milisi Syiah Irak Kepung Kota Strategis yang Dikuasai ISIS
Hashid Shaabi atau Pasukan Mobilisasi Populer. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Mosul: Konvoi kendaraan militer dipenuhi pejuang paramiliter Syiah melintasi gurun di barat laut Irak menuju kota yang diduduki kelompok militan Islamic State (ISIS), Tal Afar. Mereka bersorak-sorak meneriakkan slogan religius dan menutupi wajah mereka dari terpaan debu.

Setelah memukul mundur militan dari sebuah pangkalan udara di selatan Tal Afar, beberapa hari lalu, koalisi paramiliter Syiah yang dikenal sebagai Hashid Shaabi atau Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), bersiap menyudahi tugas mengepung kota itu.

"Tujuan kami jelas: untuk membebaskan semua wilayah Irak dan memutuskan rute pasokan dari Raqqa di Suriah," kata komandan Abu Mohammed al-Attabi, di pangkalannya berupa sebuah silo di pusat Tal Afar, yang terlihat jelas. Serangan mortir menghantam perimeter pangkalan itu dari waktu ke waktu.

Dilansir France24, Selasa (22/11/2016), Tal Afar terletak di jalan utama antara Mosul dan Suriah. Kota ini telah menjadi pusat pemberontakan di Irak sejak 2003, daerah asal beberapa anggota ISIS senior dan banyak prajuritnya.

Setelah Tal Afar benar-benar dikepung, para pejuang lokal di bawah komando Hashid akan menjadi yang pertama memasuki kota itu. Tal Afar dihuni populasi campuran, terutama Syiah dan Sunni Turkmen, sebelum ISIS mendudukinya pada 2014.

"Jika kami tidak mampu mengalahkan militan sendirian, kelompok lain akan bergabung," kata Attabi, yang memimpin batalyon Organisasi Badr -- pasukan terkuat di Hashid Shaabi.

Di Tal Afar berkecamuk beberapa kekerasan sektarian terburuk setelah invasi pimpinan Amerika Serikat (AS) pada 2003. Peran koalisi paramiliter Syiah, Hashid, menimbulkan kekhawatiran bahwa Syiah Turkmen yang mengungsi akibat pendudukan ISIS akan balas dendam terhadap orang Sunni Turkmen yang tetap tinggal di kota tersebut.

Amnesty International mengatakan dalam kampanye sebelumnya, PMF telah melakukan pelanggaran HAM serius, termasuk kejahatan perang terhadap warga sipil yang melarikan diri dari wilayah ISIS, meskipun tidak ada laporan seperti itu selama kampanye saat ini.

Turki, yang menganggap pihaknya sebagai pelindung dari minoritas Turkmen Irak, telah mengancam akan merespons jika milisi Syiah "menebar teror" di Tal Afar. Baru-baru ini, Turki memperkuat pasukannya di perbatasan Irak.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi telah mencoba meredakan kekhawatiran soal pembunuhan etnis dan sektarian di Tal Afar. Ia mengatakan, kekuatan apapun yang dikerahkan demi merebut kembali kota itu akan mencerminkan keberagaman.


PM Irak Haider al-Abadi. (Foto: AFP)

Pijakan Strategis

Serangan ke Tal Afar menggambarkan bagaimana konflik dengan ISIS membentuk kembali Irak, membuat berbagai kekuatan bersatu menentangnya. Bagi pendukung regional mereka, suatu kesempatan untuk memperluas wilayah dan pengaruh mereka.

Sebulan sejak paramiliter Syiah bergabung dalam pertempuran menuju Mosul, mereka telah membersihkan kawasan seluas sekitar 200 kilometer per segi di barat daya kota tersebut, menempuh gurun yang jarang penduduknya di jantung kawasan Sunni Irak.

Pemandangan tandus kini dihiasi poster-poster bergambar imam Syiah, para martir, dan pemimpin milisi. Panji-panji yang mengidentifikasi berbagai kelompok berbeda dalam koalisi Hashid berkibar-kibar di pinggir jalan.

Rute yang telah mereka lewati termasuk pedesaan kosong ditinggalkan penduduk Sunni yang berubah menjadi basis untuk Hashid. Di daerah itu, mereka telah mencorat-coret tembok dengan nama-nama batalyon mereka, dan memarkir tank, artileri, serta Humvee.

Kemudian pasukan itu pergi menjelajah medan dan melintasi padang pasir terbuka. Armada kendaraan tempur menyalakan lampu sepanjang hari untuk melihat rute di antara sapuan debu. Sampai akhirnya mereka mencapai pangkalan udara, sekitar 100 km sebelah barat dari perbatasan Suriah.

Lanud itu dibangun selama era Saddam Hussein dan dipakai pasukan pimpinan AS setelah mereka menggulingkan diktator tersebut pada 2003. Tinggal sedikit bagian pangkalan yang masih berfungsi setelah pendudukan ISIS, sejumlah hanggar dan landas pacu sudah rusak.

Berbagai bagian lain telah hancur -- baik selama pertempuran berebut basis itu pada 2014, maupun sebelum militan dipaksa keluar, ketika ISIS menghancurkan apa pun yang tersisa, menurut para pejuang Hashid di sana.

Para komandan Hashid sebelumnya telah mengatakan basis Tal Afar akan berfungsi sebagai pos penyerbuan dalam pertempuran melawan militan di Suriah. Kendati para pejuang membantah tujuan melancarkan perang di luar perbatasan Irak.

PMF tidak secara resmi terlibat di Suriah. Namun, puluhan ribu milisi Syiah Irak berperang di sana atas nama pemerintahan Presiden Bashar al-Assad dengan dukungan Iran.

"Kami akan ke Tal Afar untuk mengusir Daesh (ISIS) dari tanah air kami," kata salah seorang pejuang dalam konvoi menuju kota itu. "Insya Allah kita akan memasuki Suriah dan Yaman," kata seseorang, sambil mengacungkan sebilah pisau daging.

 


(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA