Suriah Tolak Usulan Gencatan Senjata di Aleppo

Nur Azizah    •    Senin, 21 Nov 2016 06:15 WIB
konflik suriah
Suriah Tolak Usulan Gencatan Senjata di Aleppo
Kondisi Aleppo. (Al Jazeera)

Metrotvnews.com, Suriah:  Pemerintah Suriah menolak usulan PBB untuk mengakhiri pertempuran sengit dengan gencatan senjata di kota Aleppo. Berdasarkan rencana, wilayah yang dikuasai pemberontak timur Aleppo, akan tetap berada di bawah kendali oposisi jika pejuang pemberontak mundur. 

Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem, yang bertemu utusan PBB untuk Suriah menyebut ide itu sebagai pelanggaran kedaulatan nasional.

Sebelumnya, delapan anak meninggal di Aleppo Barat setelah pemberontak menghantam sekolah.  Lalu, di salah satu daerah yang dikuasai pemberontak, sebuah bom barel membunuh saiu keluarga.

Petugas medis setempat mengatakan, korban di kota Al-Sakhour mati lemas karena bom dicampur dengan gas klor. Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris menyampaikan, dirinya belum bisa mengkonfirmasi gas jenis apa yang digunakan. 

Sejumlah guru tewas dan sedikitnya 32 orang terluka dalam penembakan di salah satu sekolah di daerag Furqan. Muallem menolak rencana gencatan senjata. De Mistura selaku perwakilan PBB memperingatkan, penyelesaian masalah di Allepo tak akan pernah berakhir dengan perang.  Sebaliknya, perang hanya akan memakan banyak korban.
 
Menurut PBB, sedikitnya 700 warga sipil tewas di Aleppo timur dalam serangan udara. Sementara serangan roket di bagian barat Aleppo menewaskan puluhan orang pada akhir Oktober. Aleppo, bekas pusat perdagangan Suriah, telah terbelah dua, dikuasai pemberontak di timur dan rezim mengendalikan sebelah baratnya, sejak 2012.


(SCI)