Assad Sebut Trump Mungkin Sekutu Natural Suriah

Willy Haryono    •    Kamis, 17 Nov 2016 17:46 WIB
krisis suriah
Assad Sebut Trump Mungkin Sekutu Natural Suriah
Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam wawancara dengan media Portugal, 15 November 2016. (Foto: AFP/STR/SANA)

Metrotvnews.com, Damaskus: Presiden Suriah Bashar al-Assad menyebut presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump mungkin adalah "sekutu" rezim pemerintahannya dalam perang melawan terorisme. 

Dalam wawancara dengan sebuah kantor berita pemerintah Portugal, Assad mengaku belum mengetahui apa-apa mengenai pemerintahan baru di bawah Trump. Namun ia berharap AS di bawah Trump dapat membantu Damaskus dan sekutu di kawasan dalam mengalahkan ekstremis. 

"Kami belum tahu apa-apa mengenai apa yang akan dia lakukan," tutur Assad. "Namun jika dia berniat memerangi teroris, tentu saja kita akan menjadi sekutu, sekutu natural seperti Rusia, seperti Iran, dan banyak negara lainnya yang ingin mengalahkan teroris," lanjutnya, seperti dilansir Washington Post, Rabu (16/11/2016). 

Rezim Assad telah menyerang oposisi di beberapa titik negaranya, yang juga kerap menelan korban jiwa dari kalangan warga sipil. Rusia terlibat dalam konflik di Suriah sejak September tahun lalu. AS dan PBB mengecam tindakan Suriah serta Rusia yang dinilai menyerang tanpa pandang bulu.

Terkait kritikan tersebut, Assad meminta AS untuk tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri negara lain. 

"Mereka (AS) pikir mereka itu hakim dunia. Bukan. Mereka hanya sebuah negara, sebuah negara independen. Mereka tidak seharusnya ikut campur urusan pemerintah lain," ungkap Assad.



Sebelumnya, penasihat media dan politik Presiden Suriah Bashar al-Assad, Bouthaina Shaaban, mengatakan negaranya siap bekerja sama dengan Trump.

Ia menegaskan Suriah tidak tertarik pada hasil pilpres AS, dan hanya peduli terhadap kebijakan apa yang akan diterapkan presiden baru, dan apa dampaknya bagi Damaskus. 

Selama masa kampanye, Trump pernah berkata tidak akan berusaha menggulingkan pemerintahan Assad jika terpilih sebagai presiden. Namun hingga saat ini, Trump dan Assad belum memiliki saluran komunikasi untuk bertukar pikiran. 


(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA