Selama Ramadan, KBRI Riyadh Transfer Hak-Hak WNI Senilai Rp4,5 M

   •    Sabtu, 09 Jun 2018 10:14 WIB
wniindonesia-arab saudi
Selama Ramadan, KBRI Riyadh Transfer Hak-Hak WNI Senilai Rp4,5 M
Sejumlah TKI yang dipulangkan pemerintah Indonesia dari Arab Saudi tiba di terminal TKI Bandara Soekarno-Hatta,Tangerang, Banten, Rabu 11 November 2015. (Foto: Antar/Lucky R)

Riyadh: Sebagai bentuk membumikan jargon KBRI Riyadh, "KAMI DATANG UNTUK MELAYANI DAN BUKAN DILAYANI, KAMI DATANG UNTUK WNI DAN NKRI," KBRI Riyadh selama bulan Ramadan 1439 H secara maraton melakukan ikhtiar dan aksi kemanusiaan dengan menyelamatkan serta mengirimkan hak-hak WNI yang bekerja di Arab Saudi sebesar SR 1.237.872,- (satu juta dua ratus tiga puluh tujuh juta delapan ratus tujuh pulh dua riyal Saudi) atau setara Rp. 4.580.126.400,- (empat miliar llima ratus delapan puluh juta seratus dua puluh enam ribu empat ratus rupiah). 

Keseluruhan jumlah tersebut dicairkan dan dikirimkan ke rekening 15 WNI yang sudah tiba di Indonesia. 

"Upaya percepatan pengiriman uang kepada WNI yang berhak dilakukan agar para WNI dapat merasakan manisnya hasil kerja keras mereka selama di Arab Saudi, apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri," demikian disampaikan Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel.

Dubes Agus juga menambahkan bahwa sepanjang bulan Januari-Mei 2018, KBRI Riyadh berhasil memperjuangkan hak-hak WNI sebesar SR 4.371.948,- (empat juta tiga ratus tujuh puluh sati ribu Sembilan ratus empat puluh delapan riyal Saudi) atau sekitar Rp. 16,2 miliar. 

Hak-hak WNI tersebut diperoleh baik dari penyelesaian kasus Ketenagakerjaan dan kemudian dititipkan ke KBRI Riyadh untuk disampaikan ke rekening masing-masing di Indonesia.

Sebelumnya, sepanjang tahun 2017, KBRI Riyadh juga berhasil memperjuangkan hak-hak para WNI sebanyak Rp45 miliar atau naik dari tahun sebelumnya Rp32 miliar pada 2016. KBRI Riyadh terus berkomitmen untuk melakukan upaya perlindungan maksimal bagi seluruh ekspatriat Indonesia yang berada di Arab Saudi.

Selain itu, Dubes Maftuh juga menegaskan bahwa KBRI Riyadh dengan gugus tugas DIPPASSUS (Diplomat Pasukan Khusus) akan selalu melakukan ikhtiar penyelesaian kasus-kasus yang sifatnya emergency / darurat. 

Salah satunya adalah tim ini melakukan kunjungan ke beberapa Rumah Sakit termasuk Mekah Madinah untuk memastikan bahwa WNI yang sakit baik expatriat Indonesia maupun jamaah umrah tertangani dengan baik.

Task Force atau gugus tugas ini juga bertugas melakukan negosiasi dengan para kafil / sponsor atau majikan untuk mencari jalan keluar masalah keperdataan dengan melakukan pendekatan kultural dan juga antropologis sehingga dapat diharapkan munculnya sebuah solusi yang ideal untuk semua pihak.


(WIL)