Hakim Usir Jurnalis dari Ruang Sidang di Turki

Willy Haryono    •    Selasa, 26 Dec 2017 18:00 WIB
kudeta turki
Hakim Usir Jurnalis dari Ruang Sidang di Turki
Pedemo memprotes penahanan jurnalis Ahmet Sik di Istanbul, Turki, 2 Desember 2017. (Foto: AFP/OZAN KOSE)

Ankara: Seorang hakim menolak kehadiran seorang jurnalis investigasi ternama dari gedung pengadilan di Turki, Senin 25 Desember 2017. Ia mengeluarkan putusan bahwa jurnalis itu dan tiga tersangka lainnya harus tetap berada di balik jeruji penjara. 

Ini merupakan ketegangan terburuk sejauh ini dalam persidangan 17 penulis, kartunis dan jurnalis senior dari surat kabar Cumhuriyet, yang menyoroti kebebasan pers Turki di bawah Presiden Recep Tayyip Erdogan. 

Persidangan dimulai pada 24 Juli. Setelah beberapa tersangka dibebaskan dalam sejumlah persidangan, empat dari mereka tetap dipenjara. 

Hakim memerintahkan keempatnya -- jurnalis investigasi Ahmet Sik, kepala koran Akin Atalay, pemimpin redaksi Murat Sabuncu dan akuntan Emre Iper -- tetap dibui.

Jadwal persidangan berikutnya adalah 9 Maret 2018 di kompleks penjara Silivri di luar Istanbul. 

Dalam persidangan, Sik diperintahkan hakim untuk keluar ruangan karena pernyataannya dinilai mengecam pemerintah. Sik juga diusir karena mengklaim kritikannya selama ini dianggap sebagai aksi "teroris."

"Ada sistem yudisial yang dikendalikan pemerintah dalam menerjemahkan istilah 'teroris' ke sejumlah tuduhan tak masuk akal," ungkap Sik.

Mendengar pernyataan Sik, hakim Abdurrahman Orkun Dag menolak melanjutkan persidangan. "Cukup! Jika ingin bermain politik, silakan jadi anggota parlemen. Saya tidak bisa membiarkan dia membela diri seperti ini. Bawa dia keluar!" tegas Dag. 

Sik, dipenjara sejak 2011 hingga 2012, telah menulis sebuah buku yang mengungkap keterkaitan antar beberapa elite politik Turki dengan gerakan ulama Fethullah Gulen, yang dituduh Erdogan sebagai dalang di balik percobaan kudeta 2016.


(WIL)