Mesir Deklarasikan Hari Berkabung Nasional usai Ledakan di Sinai

Willy Haryono    •    Jumat, 24 Nov 2017 21:11 WIB
ledakankonflik mesirledakan mesir
Mesir Deklarasikan Hari Berkabung Nasional usai Ledakan di Sinai
Pemandangan umum gurun pasir di Semenanjung SInai, Mesir. (Foto: AFP)

Kairo: Mesir mendeklarasikan hari berkabung nasional selama tiga hari usai terjadinya ledakan dahsyat di sebuah masjid di Sinai yang menewaskan sedikitnya 155 orang, Jumat 24 November 2017. Korban jiwa melonjak dari laporan awal di angka 85 orang. Kabar disampaikan saluran televisi nasional Mesir.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi langsung menggelar rapat darurat tak lama setelah terjadinya ledakan di masjid al-Rawdah di Bir al-Abed, sebelah barat dari kota el-Arish. 

Seorang sumber dari militer Mesir memberitahu kepada Guardian bahwa militan yang mengendarai beberapa mobil off-road mendekati masjid di penghujung ibadah salat Jumat. Militan bersenjata kemudian melepaskan tembakan ke arah jemaah. 

Pasukan keamanan Mesir berperang menghadapi sepak terjang kelompok militan Islamic State (ISIS) di Sinai utara, tempat bentrokan militan dengan polisi dan tentara yang menewaskan ratusan korban jiwa. Pertempuran di Sinai utara meningkat sejak tiga tahun terakhir.

Sebagian besar target militan adalah pasukan keamanan Mesir. Namun para ekstremis juga mencoba melebarkan sayapnya dengan menghantam beberapa gereja dan situs ibadah lainnya. 

Hingga sejauh ini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Bir al-Abed.

September lalu, sedikitnya 18 polisi tewas dalam serangan terhadap sebuah konvoi dekat el-Arish oleh militan terafiliasi ISIS. 

Para ekstremis juga membunuh puluhan orang dari serangkaian serangan di gereja Koptik di Mesir. Pada 2015, militan terafiliasi ISIS mengklaim telah memasang bom yang menjatuhkan sebuah pesawat Rusia yang menewaskan 224 orang. 


(WIL)