Presiden Palestina Tegaskan Kembali Yerusalem Tidak Untuk Dijual

Fajar Nugraha    •    Jumat, 28 Sep 2018 13:59 WIB
palestina israel
Presiden Palestina Tegaskan Kembali Yerusalem Tidak Untuk Dijual
Presiden Palestina Mahmoud Abbas berpidato di hadapan Sidang Majelis Umum PBB. (Foto: AFP).

New York: Presiden Palestina Mahmoud Abbas menegaskan bahwa Yerusalem tidak untuk dijual. Abbas juga menolak Amerika Serikat (AS) sebagai mediator perdamaian Palestina-Israel.
 
"Yerusalem tidak untuk dijual," tegas Abbas saat memberikan pidato di Sidang Majelis Umum PBB, Kamis 27 September 2018, seperti dikutip AFP, Jumat 28 September 2018.
 
Abbas menambahkan bahwa Presiden Donald Trump harus membatalkan pengakuannya terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Pengakuan tersebut memicu kecaman dari dunia internasional dan AS pun memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.
 
"AS bertindak sebagai mediator, namun sekarang kita melihat mereka dengan mata baru. AS tidak bisa menjadi mediator tunggal," imbuh Abbas.
  
Baca juga: Presiden Palestina Sebut AS Bias dan Memihak Israel.

Di harapan forum Sidang Majelis Umum PBB Abbas menolak usul perdamaian AS yang akan datang dan pidatonya di PBB tidak mengumumkan langkah baru apa pun terhadap Gedung Putih.
 
"Sungguh ironis bahwa Pemerintah AS masih berbicara tentang apa yang mereka sebut 'kesepakatan abad ini,'" tutur Abbas.
 
Pemimpin Palestina itu mengatakan bahwa dia sedang meninjau perjanjian yang mendasari hubungan pemerintahnya dengan Israel. Namun menolak langkah apa pun untuk membubarkan perjanjian damai antara keduanya.
 
Para pemimpin Palestina telah lama melihat pemerintahan Trump sebagai bias dan terang-terangan mendukung Israel. Palestina menganggap AS berusaha memeras mereka untuk menerima persyaratan yang diajukan.
 
"Dari platform yang mulia ini, saya memperbarui seruan saya kepada Presiden Trump untuk membatalkan keputusan dan dekritnya untuk menyelamatkan prospek perdamaian dan untuk mencapai stabilitas dan keamanan bagi generasi mendatang," tukas Abbas.
 
Februari lalu, Abbas menyerukan konferensi internasional untuk meluncurkan kembali proses perdamaian di bawah mediator baru untuk menggantikan Amerika Serikat. Abbas menegaskan tidak akan ada perdamaian tanpa negara Palestina merdeka dengan Yerusalem timur sebagai ibukotanya.
 
"Kami tidak menentang perundingan. Kami akan terus mengulurkan tangan untuk perdamaian," pungkas Abbas.
(FJR)