49 Orang Terluka dalam Bentrokan Warga Palestina dan Militer Israel

Fajar Nugraha    •    Jumat, 08 Dec 2017 10:59 WIB
palestina israel
49 Orang Terluka dalam Bentrokan Warga Palestina dan Militer Israel
Warga Palestina membakar ban sebagai protes terhadap AS (Foto: AFP).

Tepi Barat: Akibat pengakuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, wilayah Tepi Barat pun bergejolak.
 
Protes terjadi di wilayah Tepi Barat tersebut yang berujung bentrokan antara warga Palestina dengan militer Israel. 49 orang dilaporkan terluka dalam kejadian Kamis 7 Desember itu.
 
"Aksi protes itu tidak hanya terjadi di Tepi Barat, tetapi juga di Gaza. Di antara 49 orang terluka, satu diantaranya dilaporkan dalam kondisi kritis," lapor CNN, Jumat 8 Desember 2017.
 
Demonstrasi besar-besaran dilaporkan akan terjadi pada Jumat 8 Desember ini. Pihak Israel sudah mengerahkan pasukan tambahan di Tepi Barat untuk mengatasi para pedemo.
 
Israel dan Palestina saling mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota mereka. Sebelum pengakuan Trump, Yerusalem dalam keadaan status quo selama puluhan tahun.
 
Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu 6 Desember 2017, pukul 13.00 waktu setempat. Trump pun mengumumkan penundaan pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem hingga enam bulan ke depan.
 
Keputusan Trump berbalik dengan kebijakan luar negeri AS yang menolak pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel sebelum konflik Israel-Palestina dapat diselesaikan.
 
Terkait keputusan Trump ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pun mengapresiasi penuh dan mengajak negara-negara lain untuk mengikuti jejak AS.



(FJR)