Senegal Berencana Impor Kereta Buatan Indonesia

Sonya Michaella    •    Selasa, 06 Feb 2018 11:39 WIB
indonesia-senegal
Senegal Berencana Impor Kereta Buatan Indonesia
Dubes RI untuk Senegal, Mansyur Pangeran bersama dengan Menteri Muda Jaringan Perkeretaapian Nasional Senegal, Mr. Abdou Ndene Sall. (Foto: Dok KBRI Dakar)

Dakar: Realisasi kerja sama Indonesia dan Senegal di bidang kereta api semakin nyata. Menteri Muda Jaringan Perkeretaapian Nasional Senegal, Mr. Abdou Ndene Sall mengatakan bahwa produk kereta api yang ditawarkan Indonesia sangat sesuai dengan keadaan di Senegal.

Diawali dengan kunjungan delegasi bisnis Indonesia yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir pada Juni 2017, Pemerintah Senegal telah mempelajari dengan baik proposal kerja sama yang disampaikan PT INKA.

Produk PT INKA nantinya akan digunakan untuk mendukung proyek prioritas jalur kereta Dakar-Bamako (Mali).

Menteri Ndene Sall mengharapkan agar PT. INKA dapat segera mengundangnya berkunjung ke Indonesia untuk menindaklanjuti kerja sama tersebut. Rencananya, ia juga akan membawa delegasi teknis dari beberapa kementerian terkait (transportasi darat, udara dan laut) untuk membahas hal-hal teknis dalam kunjungannya.

Menanggapi hal tersebut, Duta Besar RI untuk Senegal, Mansyur Pangeran menyambut baik minat Menteri berkunjung ke Indonesia dan mengusulkan agar kunjungan dapat dilakukan di sela-sela penyelenggaraan Indonesia-Afrika Forum di Bali, 10-11 April 2018.

Seperti keterangan tertulis dari KBRI Dakar kepada Medcom.id, Selasa 6 Februari 2018, Dubes Mansyur juga mengharapkan Menteri dapat hadir pada forum tersebut, sekaligus melakukan kunjungan ke PT. INKA, PT. PAL Indonesia dan PT. DI.

"Senegal saat ini sedang mengembangkan moda transportasi darat, laut dan udara untuk menjadikannya sebagai hub di Afrika Barat, kita perlu tangkap peluang emas ini sebelum Senegal beralih ke negara lain seperti Tiongkok dan Turki," kata Dubes Mansyur.
 
Menteri Ndene Sall juga berencana untuk melihat langsung pabrik industri strategis seperti PT. DI dan PT. PAL. Selain pesawat CN-235 yang keempat, Senegal juga sedang menjajaki pembelian kapal niaga dan patroli dari Indonesia.


(WIL)