Krisis Air, Jatah Air Warga Cape Town Dibatasi

Sonya Michaella    •    Kamis, 25 Jan 2018 16:59 WIB
krisis airafrika selatan
Krisis Air, Jatah Air Warga Cape Town Dibatasi
Warga Cape Town mengantre untuk mendapatkan air bersih. (Foto: Sky News)

Cape Town: Afrika Selatan dilanda krisis air parah. Debit air di ibu kota Cape Town kini semakin menyusut dan membuat warga harus mengantre dan berbagi jatah air.

Pemerintah Afrika Selatan menyatakan, debit air yang tersisa ini hanya mampu melayani masyarakat hingga 12 April 2018. Padahal sebelumnya diumumkan sisa air dapat menjangkau hingga akhir April 2018.

12 April 2018 juga ditetapkan pemerintah sebagai Hari Tanpa Air, karena persediaan air akan ditutup dan air tidak akan keluar dari keran manapun. 

Dikutip dari Sky News, Kamis 25 Januari 2018, pemerintah juga membatasi penggunaan air warga menjadi 87 liter per hari. Bulan depan, jatah air akan dikurangi menjadi 50 liter per hari.

Imbauan juga sudah dikeluarkan bagi para turis yang akan berwisata ke Cape Town bahwa ada kemungkinan mereka pun tidak kebagian jatah air.

Setelah dua tahun dilanda kekeringan dan rendahnya intensitas hujan, waduk yang memasok air untuk warga juga mulai kering. 

Saat ini, banyak warga lokal yang akhirnya mengumpulkan air dari gunung-gunung di sekitar kota. Tak sedikit pula yang terpaksa membeli air bersih dari Johannesburg, berapapun harganya.



(FJR)