Pesawat Tempur Turki Serang Milisi Kurdi di Suriah

Muhammad Al Hasan    •    Sabtu, 10 Feb 2018 11:47 WIB
krisis suriahturki
Pesawat Tempur Turki Serang Milisi Kurdi di Suriah
Ilustrasi pesawat tempur. (Foto: AFP/FRANCISCO LEONG).

Istanbul: Pesawat tempur Turki melanjutkan serangan pada milisi YPG Kurdi di Afrin, Suriah, Jumat 9 Februari 2018. Kantor berita Anadolu mengatakan, pesawat tempur Turki menyerang enam sasaran serangan udara yang dimulai sekitar tengah malam. Tidak ada informasi mengenai korban jiwa atau kerusakan.

Turki meluncurkan serangan udara dan darat di Afrin pada 20 Januari yang menargetkan petempur Kurdi YPG. YPG selama ini dianggap sebagai sayap teroris Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang karena melakukan pemberontakan selama tiga dekade di tanah Turki.

Pemerintah Suriah sebelumnya menggambarkan serangan Turki di wilayah Afrin di Suriah sebagai 'agresi' ilegal. Pihaknya akan menanggapi serangan itu dengan tindakan setimpal.

"Operasi militer Turki di Suriah utara adalah agresi yang mencolok. Keberadaan pasukan asing tanpa izin merupakan 'pendudukan dan akan ditindak dengan semestinya," kata kementerian luar negeri Suriah dalam pernyataan yang disebarkan di media pemerintah seperti dilansir dari AFP, Sabtu, 10 Februari 2018.

Serangan itu membuka permusuhan baru dalam perang antara banyak pihak di Suriah.

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berikrar untuk membersihkan pelaku teror di perbatasan dengan Suriah. Tindakan yang diambil Erdogan berisiko meningkatkan bentrokan antara tentara Turki dan Amerika Serikat di negara yang tengah dicabik perang itu.

Sementara itu Wakil Perdana Menteri Turki dan Juru Bicara Pemerintah Turki Bekir Bozdag pernah menyebut tentara Amerika Serikat akan dijadikan sasaran bila berbaur dengan milisi Kurdi.

Hubungan antarsekutu NATO tersebut, Turki dan Amerika, tegang akibat dukungan Amerika Serikat kepada petempur YPG Kurdi di Suriah. Turki menganggap YPG sebagai kelompok teroris, namun di sisi lain menjadi unsur kunci kekuatan dukungan Amerika Serikat dalam memerangi IS di Suriah.

"Amerika Serikat harus mengerti dan memahami kekhawatiran kami. Anda bekerja sama dengan organisasi teror ini dengan sadar dan ini merupakan ancaman bagi kami," kata Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu.
 
Selanjutnya Presiden Turki Erdogan mengatakan bahwa pasukan Turki akan maju ke timur menuju Kota Manbij, bagian dari wilayah yang dikuasai Kurdi sekitar 100 km (60 mil) timur Afrin, tempat pasukan Amerika Serikat dikerahkan untuk mencegah Turki dan kelompok pemberontak dukungan Amerika Serikat terlibat bentrok. Pasukan Turki itu akan meminta pasukan Amerika Serikat mundur dari Manbij.

Erdogan juga mengatakan, Amerika Serikat telah menempatkan negaranya melawan Turki, Iran, dan Rusia karena dinilai telah mempersenjatai Angkatan Bersenjata Demokratik Suriah (SDF) yang didominasi YPG di sebagian besar wilayah utara Suriah yang berbatasan dengan Turki.


(HUS)