Perencanaan Kota Jadi Isu Penting PBB

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 19 Oct 2016 03:24 WIB
tata kota
Perencanaan Kota Jadi Isu Penting PBB
Ilustrasi. (ANT/Fanny O)

Metrotvnews.com, Equador: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan perencanaan kota merupakan isu terpenting abad ke-21 mengingat adanya masalah urbanisasi di seluruh dunia. 

Wilayah kota menjadi sangat rentan, khususnya di tengah cepatnya laju perubahan iklim dan pertumbuhan populasi. Presiden Mahkamah Umum PBB di Quito, Ekuador, dalam konferensi Habitat III PBB, Peter Thomson mengatakan, dua masalah itu jika tak lekas diatasi dapat menyebabkan masa depan yang tidak berkelanjutan. 

"Urbanisasi massal tengah terjadi di seluruh dunia, bersamaan dengan itu banyak wilayah dunia juga terdampak perubahan iklim dan sikap warganya yang tak bersahabat. Urbanisasi merupakan tantangan besar Abad ke-21," kata Thomson seperti yang dilansir Reuters, Selasa (18/10/2016).

Thomson menjelaskan, sekitar satu miliar orang tinggal di wilayah pinggiran kota. Mereka kekurangan akses terhadap kebutuhan mendasar seperti air, sanitasi, dan energi. Ketimpangan begitu jelas terlihat.

"75 persen ketimpangan lebih tinggi terjadi di kota pada saat ini dibanding 1996, dan 70 persen emisi gas rumah kaca dunia, sampah, juga berasal dari kota," ujar Thomson.

Pernyataan Thomson pada hari pertama konferensi sejalan dengan pesan yang disampaikan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. Ia menuturkan, jumlah orang miskin dan rentan miskin yang tinggal di kota dan pemukiman kumuh kian meningkat.

Wilayah perkotaan dianggap cepat meluas, khususnya di negara berkembang. Namun perluasan itu terkadang dilakukan tanpa rencana yang matang.

Perencanaan kota yang baik dibutuhkan demi menghindari masalah seperti kurangnya akses terhadap kebutuhan mendasar, tempat tinggal tak memadai, terisolasi dari tempat kerja, rentan kejahatan, pengusiran paksa, dan tunawisma, katanya.

"Misi dunia yang dapat berubah menjadi lebih baik dilakukan dengan mengubah kota-kota, maksudnya, pengaturan, perencanaan, perancangan kota lebih baik, ditambah investasi di perumahaan terjangkau, infrastruktur, serta akses kebutuhan mendasar," pungkas Thomson.


(LDS)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

22 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA