PBB Umumkan Tawaran Dialog Damai Konflik Yaman

Willy Haryono    •    Minggu, 27 Nov 2016 17:39 WIB
konflik yaman
PBB Umumkan Tawaran Dialog Damai Konflik Yaman
Seorang warga berjalan di tengah bangunan yang hancur dalam pertempuran di kota Taez, Yaman, 22 November 2016. (Foto: AFP/AHMAD AL-BASHA)

Metrotvnews.com, Sanaa: Utusan Persatuan Bangsa-Bangsa untuk Yaman mengumumkan sebuah tawaran baru untuk dialog damai antara pemerintah dengan pemberontak, setelah gencatan senjata terbaru gagal mengakhiri konflik yang sudah 20 bulan berlangsung. 

Ismail Ould Cheikh Ahmed bertolak ke Arab Saudi dan Kuwait "untuk mempersiapkan putaran terbaru" dari dialog damai. Dia pergi dari Muscat setelah berdiskusi dengan perwakilan pemberontak Houthi dan para sekutunya. 

Arab Saudi telah menjadi basis Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi sejak pemberontak memaksanya melarikan diri pada Maret 2015. Sejak saat itu, Arab Saudi memimpin operasi militer melawan Houthi di Yaman. 

Hadi secara mengejutkan pada Sabtu 26 November mengunjungi Aden, kota yang dijadikan ibu kota sementara oleh pasukan loyalis. 

"Saya siap mengunjungi Presiden Hadi di Aden jika memang diperlukan," ujar Cheikh Ahmed dalam pernyataan resmi yang diberikan kantor berita ONA, Sabtu (27/11/2016). 


Presiden Hadi tiba di Aden. (Foto: AFP)

Ahmed mengaku mendengar "keseriusan" sikap perwakilan Houthi dan para sekutunya terkait tawaran dialog damai. Dia juga telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry yang "melihat adanya kesempatan bersejarah dalam mencapai perdamaian di Yaman."

Putaran dialog damai konflik Yaman sebelumnya di Kuwait berakhir gagal pada Agustus.

Sebuah gencatan senjata selama 48 jam dii Yaman yang dideklarasikan koalisi berakhir pada Senin tanpa ada hasil berarti dalam penurunan intensitas aksi kekerasan. Kedua kubu saling menyalahkan telah melanggar gencatan senjata. 

Gencatan senjata merupakan upaya terbaru komunitas internasional dalam mengakhiri konflik di Yaman, yang disebut PBB telah menewaskan lebih dari 7.000 orang dan melukai 37 ribu lainnya sejak Maret tahun lalu. 

Houthi telah menguasai ibu kota Sanaa dan bagian lainnya dari Yaman sejak September 2014.


(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA