Israel Pulihkan Hubungan Diplomatik dengan Chad

Fajar Nugraha    •    Senin, 21 Jan 2019 06:37 WIB
israel
Israel Pulihkan Hubungan Diplomatik dengan Chad
PM Israel Benjamin Netanyahu pastikan buka kembali hubugan diplomatik dengan Chad. (Foto: AFP).

N’Djamena: Israel memberikan konfirmasi pihaknya telah memulihkan hubungan diplomatik dengan Chad. Chad dikenal sebagai salah satu negara di Afrika yang mayoritas penduduknya Muslim.

Konfirmasi ini diberikan pada Minggu 20 Januari ketika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menggunakan kunjungan ke ibu kota Chad untuk menekankan kepentingan bersama mereka dalam menghadapi pemberontakan Islam.

Israel terus mencari peluang untuk membangun kembali hubungan dengan Afrika yang dirusak oleh pendudukan wilayah Palestina dalam perang Timur Tengah 1967. Israel mengatakan pada November bahwa hubungan diplomatik dengan Chad akan dihidupkan kembali setelah Presiden Idriss Deby melakukan kunjungan resmi pertama ke Yerusalem oleh seorang pemimpin Chad.

Netanyahu mengatakan serangan baru-baru ini oleh gerilyawan Boko Haram dan serangan gerilyawan terhadap sebuah hotel di Nairobi, Kenya, pekan lalu menunjukkan perlunya bekerja sama dalam hal keamanan.

"Permainan ini jauh dari hilang jika kita bersatu," kata Netanyahu, seperti dikutip The Star, Senin, 21 Januari 2019.

"Kami senang mengetahui bahwa negara mayoritas Muslim seperti Chad terhubung melalui hubungan diplomatik dengan Israel,” tegasnya.

Mereka mengatakan keamanan telah menjadi topik utama diskusi selama pertemuan sebelumnya, tetapi tidak memberikan rincian. Tahun lalu sebuah sumber mengatakan bahwa Israel telah memasok senjata dan peralatan untuk pasukan Chad untuk membantu memerangi pemberontak.

Netanyahu sebelumnya mengutip hubungan baru Chad dengan negaranya sebagai contoh bagaimana Israel dapat membuat terobosan diplomatik di Afrika dan Timur Tengah meskipun ada konflik dengan Palestina.


(FJR)