Dalam Sepekan, 240 Pencari Suaka Tewas di Laut Mediterania

Sonya Michaella    •    Kamis, 17 Nov 2016 08:17 WIB
imigran gelap
Dalam Sepekan, 240 Pencari Suaka Tewas di Laut Mediterania
Pencari suaka dan pengungsi kebanyakan berasal dari Timur Tengah. Mereka ingin menyeberang ke Eropa (Foto: Guardian)

Metrotvnews.com, Mediterania: Sebanyak 240 orang diduga telah tewas tenggelam pada pekan ini di empat insiden terpisah di Laut Mediterania.

Kematian di Laut Mediterania untuk tahun ini dinilai semakin melonjak naik daripada tahun lalu. Tahun ini, terhitung mencapai 4.500, sedangkan tahun lalu terhitung 3.771. Kenaikkan angka kematian ini cukup signifikan, yaitu 20 persen.

Dilansir Guardian, Kamis (17/11/2016), sekitar 130 pencari suaka dilaporkan hilang setelah perahu karet yang mereka tumpangi, terbalik, pada Minggu 13 November malam waktu setempat. Sementara 100 lainnya diperkirakan telah tewas tenggelam..

"Dua kejadian selanjutnya juga memakan korban setidaknya ada 20 orang. Jumlah ini sangat menyedihkan. Hanya dalam sepekan, 240 orang tewas," ungkap badan pengungsi PBB, UNHCR.



Sementara, dilaporkan sisanya sedang berada di rumah sakit untuk perawatan. Migrasi ke Eropa kebanyak dilakukan pencari suaka dari Timur Tengah, misalnya Turki dan Libya.

"Sebenarnya sudah mulai berkurang secara sginifikan sejak Maret, setelah Turki sepakat untuk mengakui orang yang dideportasi dari Yunani. Tapi yang dari Libya terus berlanjut," kata UNHCR lagi.

Lebih dari 165.000 orang telah mencapai Italia sepanjang tahun ini dari Afrika utara. Dan totalnya pun digadang-gadang akan melampaui rekor sebelumnya, yaitu 170.000.

Dinilai, sangat penting untuk memperluas jalur hukum untuk para pengungsi, termasuk penerimaan kemanusiaan, program reunifikasi keluarga, dan visa pelajar untuk pengungsi.

"Pada saat yang sama, itu juga penting untuk mendukung negara-negara asal dan transit. Untuk menjaga misi pencarian dan penyelamatan, tanpa jumlah korban tewas melonjak tinggi," pungkasnya.





(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA