Yordania Dililit Utang, Tiga Negara Tawarkan Bantuan Dana

Willy Haryono    •    Senin, 11 Jun 2018 13:26 WIB
politik yordania
Yordania Dililit Utang, Tiga Negara Tawarkan Bantuan Dana
Bendera Yordania berkibar di Amman, 8 Juni 2018. (Foto: AFP/AHMAD GHARABLI)

Riyadh: Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kuwait menawarkan bantuan dana USD2,5 miliar atau setara Rp34 triliun untuk Yordania yang sedang dilanda krisis ekonomi, menyusul terjadinya gelombang unjuk rasa anti-penghematan.

"Atas dasar ikatan persaudaraan, disepakati bahwa tiga negara akan menyerahkan paket bantuan ekonomi ke Yordania dengan total USD2,5 miliar," lapor kantor berita Saudi Press Agency, Senin 11 Juni 2018.

Paket bantuan, yang diumumkan dalam pertemuan empat negara di Makkah, meliputi sebuah deposit di bank sentral Yordania, jaminan Bank Dunia, dukungan finansial hingga lima tahun dan pendanaan beberapa proyek pengembangan.

Pertemuan di Mekkah yang diserukan Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud itu dihadiri Raja Yordania Abdullah II beserta pemimpin UEA dan Kuwait.

Unjuk rasa memprotes kenaikan harga dan rencana peningkatan pajak telah mengguncang Yordania dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah Yordania berusaha mengatasi masalah ini dengan menyerukan program penghematan agar utang negara berkurang.

Program penghematan berimbas pada melonjaknya sejumlah kebutuhan pokok di Yordania.

Sebelumnya, Uni Eropa telah mengumumkan bantuan finansial senilai 20 juta euro untuk Yordania.

Yordania, mitra dekat Amerika Serikat, tengah dililit utang setelah mendapat pinjaman USD723 juta dari Dana Moneter Internasional (IMF) pada 2016.

Bank Dunia mengatakan prospek perkembangan Yordania relatif lemah tahun ini, karena 18,5 persen dari total warga usia kerja di negara tersebut masih menganggur.


(WIL)