Jet Israel Mengebom Fasilitas Senjata Kimia Suriah

Arpan Rahman    •    Kamis, 07 Sep 2017 15:51 WIB
israelkonflik suriah
Jet Israel Mengebom Fasilitas Senjata Kimia Suriah
Jet tempur Israel dilaporkan bom lokasi fasilitas senjata kimia Suriah (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Tel Aviv: Jet-jet Israel dilaporkan telah mengebom sebuah fasilitas pemerintah Suriah di dekat Hama. Fasilitas itu terkait dengan program senjata kimia rezim Presiden Bashar al-Assad, menurut laporan awal di media Arab dan Israel.
 
Klaim tersebut -- yang belum dapat segera dikonfirmasi -- dilaporkan mencolok dalam sejumlah besar sumber media Ibrani, pada Kamis pagi 7 September.
 
Serangan udara dilaporkan terjadi semalam di Pusat Penelitian dan Riset Ilmiah Suriah (SSRC) dekat Hama yang dihubungkan dengan laporan intelijen pihak barat ke program senjata kimia Suriah.
 
"Tokoh oposisi Suriah mengatakan empat pesawat tempur Israel terlibat dalam serangan," seperti dilansir Guardian, Kamis 7 September 2017.
 
Israel jarang mengkonfirmasikan serangan yang dilakukan di Suriah. Juga tidak muncul komentar langsung dari militer Israel. Namun Israel sudah meluncurkan banyak serangan selama perang Suriah, biasanya terhadap konvoi senjata dan tempat penyimpanan senjata yang terkait dengan Hizbullah, sekutu kunci Assad.
 
Pada Agustus, mantan kepala angkatan udara Israel Amir Eshel menyiratkan bahwa Israel melakukan puluhan serangan udara atas konvoi senjata yang ditujukan untuk Hizbullah selama lima tahun terakhir.
 
Serangan udara yang dilaporkan terjadi saat Israel melakukan latihan militer terbesarnya dalam 19 tahun terakhir di perbatasan utara. Latihan melibatkan puluhan ribu tentara, yang secara luas digambarkan sebagai gladi resik buat perang lawan Hizbullah, termasuk simulasi evakuasi sipil.
 
Bahkan sebelum pecahnya perang di Suriah, pusat yang dibom itu sudah berada di dalam radar Israel. Direktur Biro Kontra Terorisme Dewan Keamanan Nasional Israel (NSC) pada 2010 menyerukan penghancuran pusat tersebut. Ia menuding pusat itu telah memberikan senjata kepada Hizbullah dan Hamas.
 
Latihan militer 10 hari Israel, yang dimulai pada Selasa lalu, dilukiskan sebagai latihan pengerahan militer yang cepat, melibatkan pasukan yang membela Israel dari beberapa infiltrasi teroris di utara. Seorang perwira militer Israel mengakui latihan itu telah diamati secara ketat oleh Hizbullah.
 
Serangan tersebut -- jika terkonfirmasi -- menyusul suara yang makin tajam dari para pejabat pemerintah senior Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Semburan mereka tertuju ke medan perang di Suriah di mana Presiden Bashar Assad menunjukkan kemajuan didukung Iran, Hizbullah, dan Rusia.
 
Pekan lalu, Netanyahu menuduh Iran membangun situs untuk memproduksi rudal presisi di Suriah dan Lebanon.



(FJR)