Bentrok Aparat dan Warga Mesir, Satu Tewas dan 56 Terluka

Sonya Michaella    •    Senin, 17 Jul 2017 08:04 WIB
mesir
Bentrok Aparat dan Warga Mesir, Satu Tewas dan 56 Terluka
Warga berbondong-bondong berjalan mencegah polisi menggusur pemukiman al-Warraq. (Foto: FOX)

Metrotvnews.com, Kairo: Penertiban pembangunan rumah-rumah ilegal warga Mesir di sebuah pulau di Sungai Nil, berujung ricuh dan menelan korban jiwa.

Setidaknya satu orang tewas dan 56 lainnya terluka akibat bentrokan antara warga al-Warraq dan aparat kepolisian setempat. Bentrokan tersebut pecah, ketika polisi berupaya menggusur pemukiman ilegal di al-Warraq.

Dari 56 orang yang terluka, 37 orang di antaranya merupakan aparat kepolisian, sedangkan 19 sisanya adalah warga.

Dikutip dari Foxnews, Senin 17 Juli 2017, lahan-lahan di al-Warraq masih berstatus milik negara. Aturan Mesir sendiri melarang adanya pembangunan pemukiman tanpa izin.

Warga al-Warraq mengklaim bahwa mereka lah "pemilik" lahan tersebut karena sudah bertahun-tahun tinggal di al-Warraq.

"Kami lahir di pulau ini. Kami punya bukti resmi kepemilikan tanah," kata Marzouk Hany, seorang warga setempat.

Sementara itu, sejak pemerintahan Presiden Abdel Fatah el-Sisi, Pemerintah Mesir gencar berkampanye anti-pembangunan liar.

"Menurut hukum yang berlaku, tidak dibenarkan adanya bangunan di 'pulau-pulau' itu (di Sungai Nil)," katanya.


(WIL)