Rusia Tolak Wacana Embargo Minyak ke Korut

Sonya Michaella    •    Rabu, 06 Sep 2017 18:19 WIB
rudal korut
Rusia Tolak Wacana Embargo Minyak ke Korut
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) saat bertemu dengan Presiden Korsel Moon Jae-in (Foto: NYT)

Metrotvnews.com, Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin menentang keras embargo minyak ke Korea Utara (Korut) sebagai sanksi terbaru. 

Embargo minyak ini adalah salah satu sanksi besar yang bisa melumpuhkan perekonomian sekaligus mengekang program rudal balistik Korut.

"Menghentikan ekspor minyak ke negara tersebut, sebaliknya akan melukai warga Korut karena akan mengganggu rumah sakit dan fasilitas sipil lainnya," ucap Putin, seperti dikutip Yonhap, Rabu 6 September 2017.

Pernyataan ini diutarakan Putin usai bertemu dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. Sampai saat ini, Moskow masih mengekspor kurang lebih 40 ribu ton minyak per tahunnya ke Pyongyang. 

Sementara itu, Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) menyarankan agar sekutu terdekat Korut, Tiongkok dan Rusia, untuk menghentikan ekspor minyak ke Pyongyang. Korut diketahui mengimpor sekitar 10 ribu barel minyak mentah per hari.

Data Pusat Perdagangan Internasional menuturkan Pyongyang mengimpor produk minyak sulingan dari Tiongkok seharga USD115 juta. Sementara impor minyak dari Rusia bernilai USD1,7 juta.

Namun embargo dikhawatirkan menyebabkan lebih banyak deforestasi. Pasalnya, pemerintah Korut akan terpaksa menebang pohon demi arang kayu. Tentunya hal itu bisa menyebabkan lebih banyak erosi dan banjir.

Uji coba bom hidrogen yang dilakukan Korut akhir pekan lalu menjadi perhatian dunia internasional. Berbagai sanksi sudah dibuat untuk diterapkan pada negara terisolasi itu, walau dampaknya belum terlalu signifikan.

Senjata nuklir yang dimiliki Korut disinyalir memiliki tenaga masif, disebut-sebut 10 kali lebih kuat dari bom di Hiroshima pada 1945.

 


(WIL)