Presiden Irak Kecam Ledakan Bom di Kota Salahudin

Arpan Rahman    •    Rabu, 22 Nov 2017 20:09 WIB
irak
Presiden Irak Kecam Ledakan Bom di Kota Salahudin
Ilustrasi: Metrotvnews.com

Baghdad: Lembaga Kepresidenan Irak mengutuk ledakan bom mobil yang menghantam wilayah Tuz Khurmatu di provinsi Salahuddin yang terjadi Selasa 21 November.

"Kejahatan keji seperti itu bertujuan untuk menghasut sesama orang Irak dan merongrong persatuan Irak," kata kepresidenan dalam sebuah pernyataan, menurut salinan yang diperoleh Al-Ghad Press.

"Presiden Fuad Masum menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengharapkan pemulihan secepatnya," pernyataan tersebut berbunyi, seperti dilansir Iraqi News, Rabu 22 November 2017. 

Seraya menambahkan bahwa pelaku serangan teroris ini tidak memiliki kemanusiaan atau moral karena mereka menargetkan orang-orang yang tidak bersalah.

Masum juga meminta pasukan Irak untuk waspada penuh menghadapi kemungkinan serangan teroris di masa mendatang.

Tujuh belas orang tewas dan 36 lainnya cedera dalam ledakan bom mobil di wilayah Tuz Khurmatu di provinsi Salahuddin pada Selasa, menurut Bagian Media, Kementerian Pertahanan Perang Irak.

Sebuah kendaraan yang terjebak dalam pemboman lantas meledak di dekat sebuah pasar yang ramai di distrik Askari (Militer) di provinsi Salahuddin, sumber tersebut mengatakan kepada Al-Ghad Press.

Provinsi Salahuddin diguncang oleh gelombang pengeboman bunuh diri yang mematikan tahun ini.

Pasukan Irak didukung AS sudah menyingkirkan kelompok militan Islamic State (ISIS) dari sebagian besar kota yang didudukinya pada 2014 dan 2015. Gerilyawan juga menguasai kawasan Syria.

Tuz Khurmatu salah satu daerah yang diperdebatkan oleh Irak dan wilayah Kurdistan. Pasukan Irak merebut kembali daerah tersebut pada pertengahan Oktober sebagai bagian dari tekanan pemerintah untuk mengontrol wilayah-wilayah yang disengketakan sebagai tanggapan atas referendum kemerdekaan Kurdistan yang diadakan pada September.

Irak baru-baru ini mengumumkan akhir dari pengaruh teritorial ISIS di Irak dengan mengambil kembali kubu terakhir militan tersebut: kota Anbar di Rawa.



(FJR)