Kampanye Pilpres Iran Dimulai Tanpa Ahmadinejad

Willy Haryono    •    Jumat, 21 Apr 2017 22:48 WIB
politik iran
Kampanye Pilpres Iran Dimulai Tanpa Ahmadinejad
Mahmoud Ahmadinejad (kiri) saat mendaftarkan diri menjadi calon presiden di Teheran pada 12 April 2017. (Foto: EPA)

Metrotvnews.com, Teheran: Kampanye pemilihan umum presiden di Iran dimulai, Jumat 21 April 2017, tanpa adanya Mahmoud Ahmadinejad yang telah didiskualifikasi. 

Diskualifikasi Ahmadinejad bukan sesuatu yang mengejutkan, karena sebelumnya mantan presiden itu telah diminta pemimpin agung Ayatollah Ali Khamenei untuk tidak maju kembali dalam pilpres. 

Kebijakan ekonomi dan sikap keras yang ditunjukkan Ahmadinejad saat berkuasa pada 2005-2013 telah membuatnya terasing, bahkan dari para pendukung setianya. 

"Saat pemimpin agung sudah mengatakan kepadanya untuk tidak maju, maka mustahil bagi dirinya untuk diloloskan Dewan Penjaga," ujar Clement Therme, peneliti dari Institut Studi Strategis Internasional, seperti dilansir AFP.

"Saat periode keduanya, (Ahmadinejad) bahkan berani menentang para ulama. Dia sudah tidak lagi berguna bagi sistem," lanjut dia. 

Presiden saat ini, Hassan Rouhani, kembali maju dalam pilpres. Ia akan menghadapi pertarungan ketat dengan beberapa capres garis keras lainnya. 

Rouhani dianggap gagal menghidupkan kembali perekonomian Iran meski mendapat dukungan luas dari masyarakat atas usahanya memperbaiki hubungan dengan negara-negara Barat.

Salah satu kebijakan signifikan dari Rouhani adalah mencapai kesepakatan program nuklir dengan Barat yang membuat sejumlah sanksi terhadap Iran dicabut. 

Pilpres di Iran diawasi ketat. Dewan Penjaga hanya mengizinkan enam capres -- tanpa ada kandidat wanita -- untuk maju dalam pilpres pada 19 Mei. Enam kandidat diambil dari total 1.636 orang yang mendaftar pekan lalu. 

Jika tidak ada kandidat yang menang lebih dari 50 persen suara, maka putaran kedua antar peringkat satu dan dua akan digelar satu pekan setelahnya. 

Seorang ulama moderat, Rouhani menjadi presiden dalam pilpres sebelumnya lewat kemenangan 51 persen di putaran pertama.



(WIL)