Kunjungi AS di 2018, Raja Arab Saudi akan Bahas Isu Keamanan dengan Trump

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 07 Sep 2017 12:19 WIB
as-arab saudi
Kunjungi AS di 2018, Raja Arab Saudi akan Bahas Isu Keamanan dengan Trump
Raja Salman dijadwalkan kunjungi Amerika Serikat (AS) pada 2018 (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Riyadh: Gedung Putih menyebutkan, Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz al-Saud akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat (AS) pada awal 2018. Gedung Putih menuturkan hal ini disampaikan Raja Salman dalam pembicaraan di telepon dengan Presiden Donald Trump.
 
Pembicaraan yang berlangsung Rabu malam waktu AS itu mendiskusikan perkuatan keamanan dan kemakmuran di Timur Tengah.
 
"Kedua pemimpin itu mengadakan percakapan telepon di mana mereka mendiskusikan bagaimana memajukan tujuan bersama, seperti memperkuat keamanan dan kemakmuran di Timur Tengah," tulis Gedung Putih dalam pernyatan tertulisnya, dilansir dari AFP, Kamis 7 September 2017.
 
Saat ini, AS tengah berusaha menyelesaikan krisis diplomatik antara Qatar dan beberapa tetangganya, yang dipimpin Arab Saudi. Pemutusan hubungan diplomatik itu dikarenakan Qatar dianggap 'bandel' dengan membiayai teroris dan berteman dengan Iran.
 
Kedatangan Salman ke Washington juga diduga sebagai balasan atas kunjungan Trump ke Riyadh Mei lalu dalam menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Arab-AS.
 
 
Dalam acara itu, Presiden Joko Widodo juga diundang dalam pertemuan tersebut. Pertemuan yang akan dihadiri oleh 55 kepala negara itu sangat penting bagi Indonesia. Pertemuan akan membahas kerja sama internasional untuk melawan radikalisme dan pemberantasan terorisme.
 
"Indonesia ingin ikut berkontribusi dalam upaya memelihara perdamaian dunia, sesuai dengan konstitusi kita termasuk kehadiran kita dalam forum ini," jelas Presiden, dalam keterangan tertulis Biro Pers Istana.
 
Pertemuan diplomatik kala itu dianggap sulit untuk Trump, terutama dirinya menghadapi tantangan untuk menegaskan kebijakan 'mengutamakan Amerika' tanpa bermaksud mengabaikan sekutu kunci, seperti halnya Arab Saudi.
 
 
Selama di Arab Saudi, Trump juga mengupayakan perjanjian perdagangan senjata senilai USD100 miliar. Sementara perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco akan menandatangani kesepakatan sebesar USD50 miliar dengan perusahaan AS. Upaya ini dilakukan oleh Arab Saudi untuk tidak terlalu tergantung dengan ekspor minyak.



(FJR)